KESAMBI, (FC).– Kalangan pelaku bisnis perhotelan di Cirebon berharap Pemerintah Kota Cirebon konsisten meluncurkan kalender event (Calender of Event) pariwisata serta menginformasikannya lebih awal di tahun ini.
Calender of Event dinilai penting bagi industri perhotelan untuk dapat mempersiapkan paket wisata menyesuaikan agenda event yang sudah diketahui. Juga dapat menjadi referensi bagi para tamu atau wisatawan.
“Khusus untuk Cirebon kita ingin Calender of Eventnya bisa lebih awal keluarnya. Selama ini cenderung untuk event itu keluar 1-2 bulan sebelumnya,” kata Anton Lasdianto, anggota PHRI Kota Cirebon, Jumat (24/1).
Ia lantas mencontohkan di Banyuwangi. Pemerintah daerah disana, kata dia, Calender of Event diluncurkan jauh-jauh hari. “Banyuwangi itu setahun sebelumnya sudah keluar eventnya. Coba kalau (Cirebon) bisa dibikin seperti itu, tamu juga akan punya pilihan tidak perlu jauh-jauh ke Banyuwangi, cukup di Cirebon saja,” katanya
Ia melihat prospek pariwisata di Cirebon masih cukup cerah. Walaupun jalur tol Trans Jawa sudah terhubung, dan makin membuat orang nyaman untuk berpergian jarak jauh, namun tak berpengaruh terhadap kunjungan tamu hotel ke Cirebon.
Bahkan, kata dia, setelah jalur tol Trans Jawa tersambung, banyak orang yang datang ke Cirebon dari wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. “Kita melihat bahwa setelah Trans Jawa sudah selesai, tamu kita tidak hanya dari barat saja, dari Bandung dan Jakarta. Sekarang banyak juga orang yang datang dari arah timur ke kita,” kata Anton
Berdasarkan data okupansi terjadi kenaikan untuk tamu-tamu yang datang dari arah Jawa Timur. Kebanyakan mereka adalah pebisnis yang ingin mengembangkan investasinya di Cirebon. “Mereka tidak mau hanya mengembangkan di daerah Jawa Timur saja, mereka coba merambah ke arah Barat dan Tengah. Salah satu yang dilihat adalah Cirebon,” ujarnya
Beberapa daya daya tarik orang untuk datang ke Cirebon adalah selain atraksi budaya, juga destinasi-wisata dan kulinernya yang tidak bisa dilupakan oleh tamu-tamu, baik itu tamu yang pertama kali ataupun yang datang kembali. “Satu-satunya kota yang punya 4 keraton hanya Cirebon. Jawa Tengah itu cuma punya 2 keraton di Solo dan keraton di Jogja. Itu salah satu kelebihannya. Kemudian dari sisi kulinernya, Orang-orang tak bosan-bosannya datang ke Cirebon mencari Empal Gentong, mencari Nasi Jamblang,” tukas Anton.
Anton yang juga merupakan General Manager Vinotel Cirebon berharap adanya sinergitas Pemerintah Kota Cirebon dan Pemerintah Kabupaten Cirebon dalam bidang pembangunan promosi pariwisata. “Karena penginapan ada di Cirebon tapi tempat-tempat wisatanya banyak di kabupaten. Perlu sinergi, dan dibuatkan kalender event yang bagus dan dibuat konsisten supaya tamu-tamu juga mempunyai perencanaan yang matang,” katanya. (Andriyana)







































































































Discussion about this post