KAB. CIREBON, (FC).- Meski secara teknis telah menguasai usaha, banyak dari pelaku usaha yang masih belum merubah mentalitas atau mindset diri untuk siap menjadi pengusaha. Sehingga, dapat menerjang badai sekuat dan sebesar apapun itu.
Hal ini disampaikan oleh Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Ekky Bahtiar dalam penyuluhan dan pendampingan terhadap mantan Narapidana Teroris (Napiter) yang diadakan oleh Densus 88 Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Jawa Barat bahwa setiap masyarakat khususnya para mantan Napiter ini sudah menguasai teknis.
Namun, hal mendasar yang menjadi pondasi adalah mentalitas, karena kenyataannya banyak diantara seluruh pelaku usaha kecil yang masih memikirkan hal-hal manisnya saja.
“Sedangkan yang namanya usaha itu ada jatuh dan bangun, dan itu adalah hal biasa dan terjadi pada siapapun,” tutur Ekky, Jum’at (15/1).
Makanya, sambung Ekky, perlu diubah mindset dan dibentuk mentalitas pengusaha dalam diri orang-orang khususnya para Napiter.
Peran HIPMI sendiri dalam kegiatan untuk para Napiter sendiri adalah menyampaikan, mensosialisasikan, serta mengedukasikan bagaimana berwirausaha dan manajemen dalam usaha.
Sementara itu, Uun Unerie sebagai salah anggota HIPMI yang termasuk pengusaha sirup yang sukses di Cirebon, menyampaikan, dari dunia wirausaha atau kewirausahaan tidak hanya melulu teori.
Melainkan, perlu hal penting lainnya seperti cara memulai, juga menscale up usaha, lalu memanage, dilanjut teknik marketing, mengurus perizinan, dan hal lainnya.
“Kita hadir disini untuk bantu teman-teman Napiter agar dapat membangun usaha mereka, dan usaha itu murah dan mudah, kalau mau berusaha,” jelas Uun.
Bahkan, ditegaskan Uun dalam presentasinya, usaha itu bisa tanpa modal yaitu dengan menjual produk kenalan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
“Tidak harus produksi sendiri menjual barang kawan atau siapapun, termasuk mereka (napiter) itu bisa. Mengambil barang terlebih dahulu, kemudian saat keseluruhan barang terjual, modal diberikan pada pemilik usaha, dan kita ambil yang selisih atau keuntungan dari penjualan produk,” jelasnya.
Dan selaku pengusaha, lanjutnya, akan membimbing perlahan secara praktik dalam menjalankan usaha. (Sarrah)











































































































Discussion about this post