KAB. CIREBON, (FC).- Kalangan pengembang dan asosiasi perumahan di Cirebon menyambut baik program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan yang diluncurkan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (Kemen PKP).
Program ini menjadi angin segar bagi pengembang karena dinilai mampu mempercepat pasokan rumah subsidi.
Ketua Asosiasi Pengembang dan Pemasar Rumah Nasional (Asprumnas) Cirebon, Cokro Mardianto mengaku gembira atas langkah pemerintah tersebut.
“Artinya pemerintah sudah memahami dinamika di lapangan,” ujarnya, Senin (22/9).
Ia menilai, meski kuota Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tahun ini berlimpah mencapai 350 ribu unit, tetapi penyerapannya masih rendah.
Penyebabnya, pasokan rumah subsidi oleh pengembang terhambat karena pembiayaan konstruksi (KYG) dari perbankan yang seret.
Dengan adanya alokasi dana Rp130 triliun untuk KUR Perumahan, Cokro optimistis suplai rumah subsidi akan meningkat.
“Karena waktunya tinggal tiga bulan lagi, itu harus tersalurkan,” katanya kepada FC, Senin (22/9).
Menurutnya, permintaan rumah subsidi tetap tinggi dan selalu meningkat setiap tahunnya.
Namun banyak calon debitur yang gagal akad kredit karena rumah belum tersedia.
“Dengan kredit ini, developer bisa membangun lebih cepat, subkon punya modal, dan pengusaha material juga terbantu,” jelasnya.
Cokro juga mengapresiasi adanya subsidi bunga 5 persen dalam KUR Perumahan.
“Selama ini developer tidak pernah disubsidi. Biasanya bunga komersial, sekarang dapat subsidi, tentu sangat membantu,” ucapnya.
Meski demikian, ia berharap implementasi KUR Perumahan berjalan lancar dan mudah. Perbankan diminta tidak mempersulit pencairan.
“Kalau pencairannya tetap sulit, jadi kendala lagi,” tegasnya. (Andriyana)











































































































Discussion about this post