KUNINGAN, (FC).- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kuningan melakukan kegiatan Nagderes Demokrasi (NGADEM) bertempat di MAN 2 Kuningan.
Kegiatan ini diinisiasi KPU bekerjasama dengan PGM Kabupaten Kuningan, Kamis (24/3).
Tema yang dibuat kali ini yaitu Memilih Itu Kereen!!. Kegiatan KPU ini merupakan implementasi dari penguatan institusi untuk menghadapi rangkaian pemilihan umum tahun 2024.
Hadir dalam kegiatan ini yaitu Asep Z fauzi selaku ketua KPU Dudung abdu Salam sebagai divisi SDM, Parmas dan Sosdiklih, Asep Budi Hartono, selaku ketua divisi Data.
Dan ketua divisi teknis penyelenggaraan, Maman Sulaeman, dan lestari selaku ketua div hukum berserta staf. sekaligus menghadirkan Narsumber Komisioner Bawaslu Kuningan Abdul Jalil Hermawan dan Ketua PGM Kuningan Topic Offirstson.
Ketua KPU Kuningan Asep Z Fauzi mengatakan bahwa Pendidikan politik merupakan program utama yang akan terus di lakukan KPU sebagai penopang rencana pembangunan jangka menengah.
Diharapkan. lanjut Azfa, panggilan akrab Ketua KPU, dengan pendidikan politik yang akan dilaksanakan pada tahun 2022 dan tahun-tahun berikutnya menghadapi tahapan pemilihan umum serentak yang akan di gelar hari Rabu, 14 Februari 2024. Sehingga hal ini menjadi poin strategis KPU membangun kemitraan ini.
“Perlu sinergitas, kohesifitas dan gerakan komunal untuk membangun budaya demokrasi ini,” kata Asfa.
Sementara Komisioner KPU Divisi SDM, Parmas dan Sosdiklih, Dudung Abdu Salam menyampaikan pentingnya pendidikan pemilih berkelanjutan.
Dalam melakukan pendidikan pemilih ini perlu sinergitas dengan berbagai pihak, layaknya teori sapu lidi, sapu akan memberi manfaat jika satu sama lain saling menguatkan, banyak aktor dan faktor yang harus terlibat dalam membangun budaya dan kesadaran demokrasi masyarakat.
“Benalu demokrasi yang dihadapi hari ini seperti berita hoax, money politik, SDM penyelenggara, budaya politik dan rendahnya partisipasi politik menjadi bagian rendahnya Indeks demokrasi di Indonesia, oleh karena itu dalam upaya menyebarluaskan informasi pemilu serentak tanggal 14 Februari 2024 harus terus di lakukan,” ungkap Dudung.
Sementara itu, Komisioner Bawaslu Kuningan, Abdul jalil Hermawan menyampaikan pentingnya siswa untuk mengetahui rekam jejak calon pemimpinnya, harus berani mengemukakan pendapat dan memilih sesuai hati nurani, karena hal itu adalah hakikat dari demokrasi.
“Tugas bawaslu antara lain memastikan bahwa pemilu itu tidak ada money politik, ataupun hal hal lain yang akan mencederai demokrasi,” ujar Jalil.
Di tempat yang sama, Ketua PGM Kuningan, Topic Offirstson mengapresiasi kegiatan KPU yang telah memberikan kesempatan kepada siswa madrasah untuk mendapatkan informasi tentang pemilu ini.
Banyak kegatan madrasah yang banyak mengadopsi pola KPU khususnya dalam hal pemilihan OSIS, berikan keteladan sekecil apapun agar menjadi kebaikan kolektif, tentu sinergitas yang dibangun ini pada akhirnya untuk mencapai satu tujuan yaitu menjadi warga Negara yang baik (Good Cityzen). (Ali)














































































































Discussion about this post