KAB.CIREBON, (FC).- Korban tewas akibat longsor tambang Galian C Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon bertambah menjadi 14 orang.
Untuk memudahkan pendataan, kepolisian membuka posko pengaduan di sekitar lokasi.
Selain itu, PMI Kabupaten Cirebon juga turut disiagakan untuk membantu penangan korban sekaligus memberikan sejumlah kantong mayat dan ambulan.
Kapolresta Cirebon Kombes Pol Sumarni menyampaikan bahwa jajarannya telah membuka posko pengaduan untuk masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya.
Selain untuk keperluan pendataan, posko yang didirikan tidak jauh dari lokasi longsor digunakan tempat evaluasi proses evakuasi.
“Saat ini, korban meninggal dunia berjumlah 14 orang, dan yang selamat serta luka-luka berjumlah 4 orang untuk keluarga korban yang merasa kehilangan anggota keluarganya silahkan datangi posko kami” kata Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Sumarni, Jumat (30/5/2025)
Sumarni melanjutkan, untuk saat ini proses evakuasi dihentikan sementara dan akan dilanjutkan besok, Sabtu 31 Mei 2025 mulai pukul 07.00 pagi.
“Tadi sudah ada satu orang yang melapor di posko karena keluarganya yang belum ditemukan. Katanya warga sekitar penjual minuman di lokasi tambang,” tambahnya.
Data sementara yang diperoleh, 14 korban jiwa sudah dibawa ke rumah sakit dan 4 korban luka sudah kembali ke rumah masing-masing.
Berdasarkan informasi, masih ada 8 pekerja tambang yang tertimbun.
Sementara di lokasi kejadian, tampak sejumlah petugas dari jajaran PMI Kabupaten Cirebon yang dikomandoi oleh rd.Sri Heviana turut membantu proses evakuasi korban.
“Kami dari PMI Kabupaten Cirebon telah menyiapkan beberapa kantong jenazah dan dua unit ambulan yang disiagakan dilokasi untuk membantu mobilisasi korban ke rumah sakit” ujar Heviana
Berikut daftar sementara nama-nama korban longsor galian C di Gunung Kuda Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon.
Korban meningal dunia
- Sanuri ,47 tahun,alamat Desa Semplo Kecamatan, Palimanan, Cirebon.
Sukadi Bin Sana, 48 tahun, alamat Desa Buntet, Kecamatan Astanajapura, Cirebon.
Andri bin Surasa 41 tahun, Alamat Desa Padabeunghar, Kecamatan Pesawahan, Kuningan
Sukendra bin Hadi , 51 tahun, alamat Desa Girinata, Kecamatan Dukupuntang Cirebon.
Dendi Irmawan, 45 Tahun, Alamat Desa Bobos, Kecamatan Dukupuntang Cirebon.
Sarwa bin Sukira , 36 Tahun alamat Kelurahan Kenanga, Cirebon.
Rujaya bin Rusdi 48 Tahun alamat Desa Beberan, Palimanan, Cirebon
Mister X belum teridentifikasi sidik jari rusak.
Ikad Budiargo bin Arsya 47 Tahun alamat Desa Budur, Kecamatan Ciwaringin,Cirebon
Rino Ahmadi bin Wahyudin 28 tahun alamat Desa Cikalahang, Kecamatan Dukupuntang, Cirebon.
Jamaludin bin Ali 49 tahun alamat Kelurahan Karangseeng, Kecamatan Karangseeng, Indramayu
Toni bin Arifin 46 tahun Desa Kepuh Kecamatan Palimanan, Cirebon
Wastoni bin Hamzah 25 tahun blok lurah Rt/Rw 15/04 Kel.Srengseng Kec.Krangkeng, Indramayu
Rion Firmansyah Gunung Santri, Desa Kepuh meninggal di Rumah Sakit
Korban tertimbun mengalami luka – luka dan dibawa ke rumah sakit.
Efan Herdiansyah,Desa Silihasih, Kecmatan Pabedilan di evakuasi ke Rumah Sakit.
Aji di evakuasi ke rumah sakit
Safitri Kecamatan Kertajati Majalengka di evakuasi ke rumah sakit.
Abdurohim Kecamatan Kertajati, Majalengka berhasil di evakuasi. (Johan/FC)














































































































Discussion about this post