Sekretaris Dinas Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Majalengka Akbar S Harto mengaku telah mengidentifikasi keberadaan Kandang Wesi tersebut.
“Beberapa minggu lalu diproklamirkan di Desa Gunungwangi tepatnya di Gunung Inten, disana mereka menaikan bendera di pemakaman Bupati Pertama Majalengka. Bendera itu telah kami cabut karena dikhawatirkan akan mengundang amsalah seperti halnya organisasi lain yang kegiatannya nyaris serupa,” ungkap Akbar.
Masyarakat Majalengka agar tidak terbawa arus pada kegiatan tersebut karena kegiatan dianaggap illegal. (ibnu)
Page 6 of 6














































































































Discussion about this post