KESAMBI, (FC).- Pada Januari 2020 Kota Cirebon mengalami inflasi sebesar 0,10 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 102,25. Dari 7 kota pantauan IHK di Provinsi Jawa Barat, tercatat semua kota mengalami inflasi.
Inflasi tertinggi terjadi di Kota Bogor (0,78 persen) dan terendah di Kota Cirebon (0,10 persen). Demikian rilis Berita Resmi Statistik (BRS) dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Cirebon yang diterima FC, Rabu (5/2).
Kepala BPS Kota Cirebon, Joni Kasmuri menjelaskan, inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran.
BPS Kota Cirebon mencatat, dari sebelas kelompok pengeluaran, lima kelompok pengeluaran mengalami inflasi, satu kelompok mengalami deflasi, dan lima kelompok tidak mengalami perubahan indeks.
Secara rinci BPS Kota Cirebon mencatat, lima kelompok yang mengalami inflasi pada bulan Januari 2020, yakni kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi sebesar 0,80 persen.
Kemudian kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar lainnya mengalami inflasi sebesar 0,02 persen, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga mengalami inflasi 0,07 persen.
Lalu kelompok kesehatan mengalami inflasi sebesar 0,16 persen, dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami inflasi sebesar 0,08 persen.
Sedangkan lima kelompok yang tidak mengalami perubahan indeks, yaitu kelompok pakaian dan alas kaki, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya, kemudian kelompok pendidikan, kelompok penyediaan makanan dan minuman/ restoran.
Selanjutnya, satu kelompok mengalami deflasi yaitu kelompok transportasi. “Kelompok transportasi mengalami deflasi sebesar 1,19 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil/ sumbangan deflasi yaitu bensin dan tarif kereta api,” jelas Kepala BPS Kota Cirebon, Joni Kasmuri.
Berdasarkan data yang terangkum FC hasil pantauan BPS Kota Cirebon, beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Janauri 2020 antara lain cabai merah, beras, minyak goreng, air kemasan, rokok kretek, cabai rawit, kopi bubuk, rokok putih, tomat, kentang, bawang putih, jagung manis, cumi-cumi, mie kering instant, dan wortel.
BPS Kota Cirebon mencatat, pada bulan Januari 2020, Provinsi Jawa Barat mengalami inflasi 0,47 persen dan Nasional mengalami inflasi 0,39 persen.
Dari 26 kota IHK di Jawa tercatat 24 kota mengalami inflasi dan 2 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Sumenep sebesar 0,84 persen dengan IHK sebesar 103,86.
“Inflasi terendah terjadi di Kota Semarang sebesar 0,06 persen dengan IHK sebesar 104,41. Sementara itu, deflasi terjadi di Kota Cilacap sebesar 0,03 persen dan Kudus sebesar 0,01 persen,” jelas Joni. (andriyana)











































































































Discussion about this post