“Lima kecamatan tertinggi saat ini Kecamatan Babakan, Sumber, Gebang, Astanajapura dan Weru. Sedangkan kasus yang meninggal di bulan Maret tahun ini Kecamatan Gebang dan Plumbon,” kata Lukman.
Menurut Lukman, DBD dapat dicegah dengan gerakan 3M plus yaitu menguras, menutup, dan mendaur ulang, serta pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Metode tersebut, dinilai paling tepat untuk mengendalikan dan mencegah nyamuk berkembang biak.
Saat ini, kata dia, pengasapan atau fogging dinilai sudah kurang baik karena ketika menggunakan bahan kimia, maka nyamuk dapat beradaptasi dan kebal terhadap pengasapan.
“Yang terpenting itu menerapkan gerakan 3M plus PSN, agar nyamuk tidak berkembang biak. Kami memang sudah mengurangi pengasapan, karena kurang efektif,” kata Lukman.
Menurut Lukman, selama tahun 2022, kasus DBD mencapai 1.815 kasus. Dari jumlah tersebut, 11 di antaranya meninggal dunia. Sedangkan pada tahun 2021, jumlahnya hanya 820 kasus.
















































































































Discussion about this post