KAB.CIREBON, (FC).- Anak-anak generasi Z dihadapkan dengan perubahan gaya hidup yang sangat besar, terutama dengan adanya transformasi digital, penyalahgunaan gadget bisa berdampak serius perubahan mental dan psikis serta masa depan anak-anak Gen-Z.
Hal itu disampaikan Kapolsek Gebang, AKP Wawan Hermawan saat mendatangi dan berbincang santai dengan siswa-siswi SMP dan SMK Muhamadiyah Gebang, Kabupaten Cirebon, Kamis (20/11).
Dalam dialog pembuka, Kapolsek Gebang membahas tentang dunia Gen-Z yang saat ini dihadapkan dengan transformasi digital yang sulit dibendung, kondisi tersebut bila tidak adanya kontrol baik dari orang tua, guru atau siapapun yang bersentuhan langsung dengan anak-anak Gen-Z, akan menjadi bom waktu nasib yang akan dialami anak-anak Gen-Z baik saat ini maupun mendatang.
Menurutnya, banyak contoh yang kurang baik dialami anak-anak yang diakibatkan penggunaan dan penyalahgunaan gadget, dari mulai kecanduan gadget yang berimbas anak-anak malas beraktifitas secara fisik, hingga dikenal Gen-Z ini sebagai generasi rebahan.
Contoh lain adalah penyalahgunaan gadget, yang semestinya digunakan untuk menggali informasi dan ilmu pengetahuan sesuai kebutuhan si pengguna, namun dimanfaatkan anak-anak Gen-Z sebagai alat komunikasi melakukan kejahatan yang tidak sewajarnya dilakukan oleh anak-anak seusianya.
“Adanya perang konten, adanya kejadian bullying, hampir sebagian besar bermula dari gadget, usia remaja ini kebanyakan cenderung melakukan apa yang mereka tonton di medsos, youtube, tiktok atau informasi-informasi yang belum tentu kebenarannya, apalagi masuk ke situs-situs dewasa,’ ungkap Kapolsek.
Untuk itu Kapolsek berharap kepada siswa-siswi SMP dan SMK Muhamadiyah dan ini juga sebagai pesan untuk anak-anak remaja Gen-Z secara luas, penggunaan gadget secara berlebihan apalagi disalahgunakan akan berdampak negatif baik kesehatan fisik maupun kesehatan mental seperti cemas, depresi, stres bahkan pengaruh pada penurunan prestasi akademik.
Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan akibat salah menggunakan gadget, dimulai dari diri sendiri dengan bagaimana membatasi diri dalam penggunaan gadget, ciptakan kegiatan fisik seperti olah raga atau menyalurkan hobi, belajar tari, belajar musik, mengaji, belajar berorganisasi dan kegiatan positif lainnya.
“Kalau memang masih sulit juga, coba beralih ke gadget yang jadul, cukup hanya digunakan sebagai alat komunikasi sederhana,” paparnya.
Selain penyalahgunaan gadget oleh Gen-Z, Kapolsek juga menghubungkan antara tindakan kenakalan anak remaja yang saat ini seringkali terjadi dilakukan anak-anak pelajar, yakni penggunaan sepeda motor yang seharusnya dilarang oleh anak-anak remaja yang belum cukup usianya untuk mengendarai sepeda motor.
Menurutnya, langkah pemerintah dan kepolisian adanya larangan pelajar yang belum cukup usia membawa sepeda motor sudah sangat tepat, kebebasan membawa sepeda motor bagi anak-anak pelajar seringkali disalahgunakan untuk bermain diluar jam belajar sekolah hingga keliling menyimpan teman-teman sesama pelajar dari sekolah lain.
Kemudian, adanya camp-camp sepeda motor, berandal motor sampai gank motor hingga kenakalan remaja lainnya yang bermula dari yang terlihat sepele dengan membebaskan mereka ke sekolah membawa sepeda motor sendiri.
“Apalagi anak-anak pelajar ini seringkali ditemukan, mereka berkendara tanpa dilengkapi alat keselamatan diri sehingga mengancam baik kepada dirinya sendiri dan juga orang lain, sehingga sudah sangat tepat larangan menggunakan sepeda motor bagi pelajar yang belum cukup usia ini diberlakukan,” ungkap Wawan.
Terakhir kapolsek berpesan kepada seluruh siswa agar dalam menjalani kehidupan menjadi pribadi yang bisa bermanfaat bagi manusia lainnya, menjadi kebanggaan keluarga, kebanggan masyarakat, bukan sebaliknya menjadi orang yang membikin tercoreng nama baik keluarga, menjadi manusia yang meresahkan masyarakat.
“Dalam hadis nabi mengatakan “Khairunnas anfauhum linnas” sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain, ini hendaknya menjadi pegangan dan pedoman adek-adek,” harap Kapolsek. (Nawawi)










































































































Discussion about this post