KAB.CIREBON, (FC).- Sejumlah wilayah di bagian timur Kabupaten Cirebon dikepung banjir. Ketinggian air mulai dari 10-100 centimeter membuat ratusan rumah warga terendam, kondisi terparah terjadi di wilayah langganan banjir, seperti Kecamatan Waled dan Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon.
Pantauan FC di lokasi, penyebab banjir dikarenakan adanya kiriman air dari Kabupaten Kuningan melalui sungai Ciberes dengan kapasitas sangat besar, kondisi tersebut membuat sungai Ciberes meluap.
Beberapa wilayah terdampak luapan air sungai dari Kecamatan Waled, Kecamatan Pabuaran, Kecamatan Babakan sampai hilir sungai di Kecamatan Gebang, hingga beberapa wilayah, banjir menggenangi rumah warga.
Di Kecamatan Waled, sedikitnya dua desa yakni Desa Mekarsari dan Desa Gunungsari. Peristiwa ini terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak pukul 20.00 WIB, disertai luapan air kiriman dari Kabupaten Kuningan.
Ketinggian air mencapai 70 sentimeter di sejumlah titik permukiman, membuat aktivitas warga lumpuh, dua sekolah, mulai dari jenjang TK hingga SMP, terpaksa meliburkan siswanya akibat genangan yang tak kunjung surut.
Salah seorang warga Desa Gunung Sari, Siti mengatakan, hujan deras mulai turun sejak pukul 18.30 WIB. Air kiriman dari Kuningan tiba lebih cepat dan mulai memasuki pemukiman warga.
“Air masuk ke rumah dari semalam. Pagi ini air di dalam rumah sudah surut, kami sedang beres-beres. Tapi di jalan desa air masih tinggi, setinggi paha orang dewasa,” ungkapnya, Kamis (20/11).
Perangkat Desa Gunung Sari, Nanang Hendriyana menyebut, sedikitnya 600 rumah terdampak banjir. Tersebar di lima dusun. Beberapa warga memilih mengungsi ke Balai Desa dan rumah Kuwu Gunung Sari.
“Dari jam 03.00 sampai 04.00 hujan sangat deras. Apalagi di wilayah Kuningan lebih deras lagi. Ini banjir kiriman dari Kuningan. Sekitar jam 06.00 sampai 07.00 air mulai naik ke permukiman,” jelas Nanang.
Ia menambahkan ketinggian air di Bendungan Ambit sempat mencapai 90 sentimeter, membuat warga semakin khawatir. “Di permukiman, ketinggiannya antara 40 sampai 70 sentimeter,” katanya.
Meski air mulai surut pada Kamis pagi, lumpur dan sampah yang terbawa banjir membuat warga harus bekerja ekstra membersihkan rumah dan lingkungan.
Sementara itu, kegiatan belajar di SD, TK, PAUD, dan SMP setempat dihentikan sementara.
Nanang mengakui banjir serupa terjadi hampir setiap tahun saat musim hujan datang. Pemerintah Desa, katanya, telah berkali-kali mengajukan permintaan penanganan banjir ke pemerintah daerah.
“Sudah sering kami sampaikan. Jujur, desa sudah bosan banjir terus tiap tahun,” ujarnya.
Di Kecamatan Waled, Tagana Kabupaten Cirebon telah membuka posko kesehatan dan menyalurkan nasi bungkus untuk warga terdampak, guna memastikan kebutuhan dasar tetap terpenuhi selama situasi darurat berlangsung.
Sementara di wilayah Gebang, sedikitnya lima desa terdampak banjir luapan sungai Ciberes diantaranya Desa Gebang, Desa Gebang Kulon, Desa Gebang Udik, Desa Gebang Ilir dan Desa Gebang Mekar.
Ketua PK PMI Kecamatan Gebang, Arif Bakhtiar menjelaskan, banjir yang diakibatkan limpasan sungai Ciberes terjadi mulai pukul 05.00 WIB, lima desa terdampak diantaranya Desa Gebang, Desa Gebang Udik, Desa Gebang Kulon, Desa Gebang Ilir dan Desa Gebang Mekar
Selain akibat luapan sungai, banjir juga berbarengan dengan rob air laut, sehingga semakin siang air banjir semakin tinggi, terparah terjadi di Blok Lebak Desa Gebang Udik dengan kedalaman air mencapai 70-90 centimeter.
Menurut Arif, imbas dari luapan sungai berimbas pada ratusan rumah warga, bahkan puluhan rumah terendam hingga ketinggian 30 centimeter di dalam rumah, beberapa warga berupaya melakukan penutupan pintu rumah untuk pencegahan air masuk ke rumah mereka, diperkirakan air baru akan surut malam nanti mengingat air rob biasanya mulai surut saat sore hari.
“Banjir saat ini menjadi banjir terparah, sebagai gambaran titik bantaran sungai di jembatan Gebang dan Gebang Kulon yang biasanya tidak tergenang, banjir saat ini limpas sampai ke pemukiman warga,” terangnya. (Nawawi)











































































































Discussion about this post