KAB. CIREBON, (FC).- Importir rajungan menolak rajungan hasil tangkapan nelayan yang menggunakan alat tangkap tak ramah lingkungan. Atas dasar tersebut, perusahaan pengekspor rajungan turun ke nelayan mengganti alat tangkap secara cuma-cuma, Rabu (5/11).
Salah satunya yang dilakukan PT Kencana Bintang Terang (KBB) yang memberikan bantuan jaring bubu ke nelayan Desa Citemu, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon sebanyak 1 400 pcs,
Ketua nelayan Desa Citemu, Tirno menjelaskan, di Desa Citemu dengan jumlah nelayan sekitar 300 perahu, hampir sebagian besar merupakan nelayan rajungan, dan dari 300 perahu, sebanyak 25 persennya atau sekitar 75 perahu nelayan masih menggunakan alat tangkap yang masih belum ramah lingkungan, seperti alat tangkap garok.
Menurutnya, saat ini perusahaan importir rajungan yang berada di Negara Amerika dan negara di beberapa negara di Eropa dan Asia, saat ini mereka memberikan peringatan kepada para eksportir rajungan, bahwa tidak akan menerima impor rajungan dari hasil tangkapan nelayan yang menggunakan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan.
Maka perusahaan importir rajungan yang ada di Indonesia dengan sigap turun ke lapangan melakukan sosialisasi dan sekaligus memberikan bantuan alat tangkap ramah lingkungan.
“Perusahaan di luar negeri yang menerima kiriman rajungan dari Indonesia, harus ada bukti bahwa nelayan disini sudah menggunakan alat tangkap yang diharapkan, salah satunya menggunakan alat tangkap bubu ini,” terangnya.
Lanjut disampaikan Tirno, atas dasar peringatan dari perusahaan yang menerima rajungan dari para nelayan tersebut, perusahaan pengimpor rajungan yang ada sedikitnya lima perusahaan yang masuk di Desa Citemu, mereka memberikan bantuan alat tangkap bubu untuk mengganti alat tangkap nelayan yang masih belum ramah lingkungan.
Seperti hari ini yang dilakukan PT KBT memberikan bantuan kepada 14 perahu nelayan Citemu dengan masing-masing perahu mendapatkan sebanyak 100 pcs alat tangkap bubu, atau total semua sekitar 1.400 pcs bubu.
“Nanti surat pas perahunya diganti, dari awalnya alat tangkap lain sudah diganti alat tangkap bubu, dan surat pas itu yang nanti dikirim ke perusahaan yang menerima impor rajungan dari Indonesia tersebut,” jelas Tirno.
Tirno menambahkan, pihaknya dalam waktu dekat juga akan mendapatkan bantuan serupa dari perusahaan eksportir rajungan PT Bumi Menara Internusa (BMI) Cirebon yang rencananya akan memberikan bantuan sekitar 20 perahu atau sekitar 2.000 pcs alat tangkap bubu.
“Kita bertahap, rencananya selesaikan dahulu untuk nelayan yang menggunakan alat tangkap garok, nanti baru ke nelayan yang menggunakan jaringan kejer, semua nanti beralih ke alat tangkap bubu,” jelas Tirno. (Nawawi)















































































































Discussion about this post