KAB.CIREBON, (FC).- Unsur Forkopimda Kabupaten Cirebon turun langsung menertibkan kawasan wisata belanja batik Trusmi dari pedagang kaki lima (PKL) dan kendaraan yang parkir liar di bahu jalan, Senin (7/7).
Penertiban kawasan wisata belanja batik Trusmi ini, dipimpin langsung Wakil Bupati Cirebon H Agus Kurniawan Budiman dan Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Sumarni yang didampingi Dandim 0620/Kabupaten Cirebon beserta Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sumber.
Wakil Bupati Cirebon, H Agus Kurniawan Budiman menjelaskan, PKL yang biasa berjualan di bahu jalan terpaksa harus ditertibkan agar fasilitas umum kembali bisa difungsikan sebagaimana mestinya. Begitu juga dengan kendaraan yang parkir sembarangan ditertibkan oleh petugas supaya arus lalu lintas di kawasan tersebut tidak tersendat.
“Penertiban tersebut bertujuan untuk menata kawasan wisata kawasan belanja batik Trusmi yang terkenal dengan sentra batik ini sudah ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Cirebon sebagai destinasi wisata,” kata Jigus sapaan akrabnya.
Untuk itu, lanjut Jigus, penertiban terhadap pedagang kaki lima, pengemis dan gelandangan (Gepeng) juga parkir liar harus segera dilakukan secara berkala, maka dari itu hari ini pihaknya melakukan penertiban terutama gepeng, PKL dan parkir liar kepada masyarakat terutama pedagang yang biasa berjualan di pinggir jalan.
Secepatnya, pemerintah daerah bakal melakukan koordinasi untuk mencarikan solusi. “Sebagai pemerintah daerah nanti akan memberikan solusi akan diskusi dulu dengan para pihak, terutama yang terkait di sini, nanti kedepannya apakah akan merelokasi para pedagang ini ke tempat yang semestinya supaya lebih tertib,” kata Jigus.
“Begitu juga dengan banyaknya parkir liar kondisi tersebut kerap membuat arus lalu lintas di kawasan tersebut menjadi terhambat dan menimbulkan macet dan nanti untuk parkirnya akan kita tata juga sekaligus nanti bakal ada rekayasa lalu lintas,” tambahnya
Sementara itu Kapolresta Cirebon Kombes Pol Sumarni mengatakan, penertiban yang dilakukan untuk menciptakan Trusmi sebagai kawasan wisata yang tertib dan indah, untuk itu Polresta Cirebon bersama Pemerintah Kabupaten Cirebon bakal terus melakukan penertiban kepada para para pedagang kaki lima, gepeng, anak punk dan parkir liar.
“Kami berharap kawasan belanja batik Trusmi menjadi icon-nya Kabupaten Cirebon menjadi kawasan wisata yang rapih, tertib dan indah,” pungkasnya. (Johan)













































































































Discussion about this post