KOTA CIREBON, (FC).- Kota Cirebon belakangan ini sering diguyur hujan dengan intensitas sedang sampai lebat. Hal ini patut diwaspadai, mengingat beberapa tahun sebelumnya, hujan sebentar saja sungai di Kota Cirebon cepat meluap. Yang bisa meredam perumahan penduduk di sekitarnya.
Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air DPUPR Kota Cirebon Agung Kemal Hasan menyampaikan, puncak musim hujan diperkirakan mulai Desember hingga awal Februari tahun depan.
Untuk itu, seperti tahun-tahun sebelumnya, pihaknya telah menyiagakan tim penangangan banjir. Tim ini siaga penuh selama 24 jam.
Selain bergerak bila ada aduan, tim secara rutin berpatroli ke sungai-sungai, drainase maupun saluran air lainnya.
“Kita sejak November sudah membentuk tim. Satu tim terdiri dari 10 personil dari semua pegawai DPUPR Kota Cirebon,” jelasnya kepada FC, Selasa (8/12).
Terkait normalisasi sungai maupun muaranya, pihaknya sudah melakukannya dengan melakukan pengerukan material lumpur dan sampah. Memperbaiki senderan sungai dan memasang jaring dibeberapa sungai.
Namun, kata Agung, tidak semua sungai dibawah kewenangannya. Pihaknya hanya melakukan normalisasi terhadap sungai kecil yang lebarnya tidak lebih dari 15 meter.
Untuk sungai besar, pihaknya berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung (BBWS Cimancis). Selain anggaran yang cukup besar, peralatan seperti beko pihak BBWS yang memilikinya.
“Walaupun sungai besar kewenangan BBWS, tapi karena ada di wilayah Kota Cirebon, kita tetap melakukan pemantauan. Bila ada sedimentasi, maka kita koordinasikan dengan BBWS,” tandasnya. (gus)













































































































Discussion about this post