KUNINGAN, (FC).- Ratusan warga Desa Citiusari, Kecamatan Garawangi, memadati lokasi pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) Spesial Ramadan DIRAHMATI (Diskon Ramadan Hemat Tahan Inflasi) yang digelar Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Selasa (10/3).
Sejak pagi masyarakat tampak antusias mengantre untuk mendapatkan berbagai bahan pangan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar.
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Wahyu Hidayah, yang hadir mewakili Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar.
Dalam pesannya, Bupati Dian menegaskan bahwa program Gerakan Pangan Murah merupakan salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pangan selama bulan suci Ramadan.
“Momentum Ramadan identik dengan meningkatnya kebutuhan pangan masyarakat. Oleh karena itu pemerintah daerah hadir melalui berbagai langkah strategis agar harga tetap terkendali dan masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau,” ujarnya.
Berbagai komoditas strategis dijual dengan harga di bawah pasar. Di antaranya beras medium Rp12.000 per kilogram atau Rp60.000 per 5 kilogram, gula pasir Rp15.000 per kilogram, minyak goreng Rp15.500 per liter, telur ayam Rp29.000 per kilogram, daging sapi Rp120.000 per kilogram, daging ayam Rp36.000 per kilogram, serta berbagai komoditas hortikultura seperti bawang merah, bawang putih, dan aneka cabai.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Wahyu Hidayah, menjelaskan bahwa pelaksanaan GPM DIRAHMATI di Desa Citiusari merupakan titik ke-14 dari rangkaian kegiatan Gerakan Pangan Murah yang digelar pemerintah daerah selama Ramadan tahun ini.
“Program ini merupakan bentuk intervensi pasar yang dilakukan pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan masyarakat dapat memperoleh bahan pangan berkualitas dengan harga lebih terjangkau,” jelasnya.
Ia menambahkan, harga komoditas dalam GPM memang sengaja ditekan lebih rendah dibandingkan harga pasar. Sebagai contoh, harga beras medium yang di pasaran berkisar Rp14.000 hingga Rp15.000 per kilogram, dalam GPM dijual Rp12.000 per kilogram.
Begitu pula gula pasir yang di pasar bisa mencapai Rp17.000 hingga Rp18.000 per kilogram dijual Rp15.000 per kilogram, sementara minyak goreng yang umumnya berada di kisaran Rp17.000 hingga Rp18.000 per liter tersedia dengan harga Rp15.500 per liter.
“Selisih harga ini mungkin terlihat kecil, tetapi bagi masyarakat sangat berarti, terutama di bulan Ramadan ketika kebutuhan rumah tangga meningkat,” kata Wahyu.
Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat menjadi indikator bahwa program tersebut benar-benar dirasakan manfaatnya.
“Di hampir setiap lokasi GPM digelar, masyarakat sudah menunggu sejak sebelum kegiatan dimulai. Bahkan tidak jarang komoditas yang disediakan habis terjual dalam waktu singkat,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut pemerintah menyiapkan pasokan pangan dalam jumlah besar, di antaranya sekitar 3 ton beras, 300 liter minyak goreng, 250 kilogram telur ayam, 250 kilogram daging sapi, serta ratusan kilogram gula pasir dan berbagai komoditas hortikultura lainnya.
Di sela kegiatan, Wahyu juga berinteraksi langsung dengan warga melalui kuis seputar pengetahuan pangan dan program pemerintah. Warga yang berhasil menjawab pertanyaan mendapatkan hadiah paket sembako, yang semakin menambah semarak kegiatan.
Melalui program GPM DIRAHMATI, Pemerintah Kabupaten Kuningan berharap masyarakat dapat merasakan langsung manfaat stabilisasi harga pangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah selama bulan Ramadan.(Angga)












































































































Discussion about this post