KAB. CIREBON, (FC).- Pemerintah Desa Babakan Gebang, Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon, menggelar kegiatan Pembinaan dan Pelatihan Pendataan Mandiri Menuju Data Desa yang Akurat dan Berkualitas sebagai dasar perencanaan pembangunan desa, Kamis (18/12/2025).
Kegiatan yang diselenggarakan sebagai langkah strategis ini bertujuan untuk memperkuat tata kelola data di tingkat desa, sekaligus mengawal terwujudnya Transformasi Data Desa Dari Pendataan Mandiri Menuju Tata Kelola Digital Desa, hal itu dilakukan dalam upaya pemenuhan dan kelengkapan data pada program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik),
Kuwu Babakan Gebang, Yeni Setiati, menyampaikan bahwa Pemdes menyambut baik dan mendukung penuh upaya peningkatan kapasitas aparatur desa dalam pengelolaan data. Menurutnya, ketersediaan data yang akurat dan berkualitas merupakan fondasi utama untuk menyusun kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.
“Pelatihan kapasitas ini menghadirkan narasumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Cirebon, yang memberikan materi komprehensif terkait pentingnya pendataan mandiri, metode pengumpulan data yang tepat, serta pemanfaatan data sebagai dasar perencanaan pembangunan desa,” paparnya.
Ia menjelaskan bahwa materi pelatihan disampaikan dengan pendekatan komunikatif dan aplikatif, sehingga peserta dapat memahami secara mendalam bagaimana menghasilkan data yang valid, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Kita tidak hanya mengumpulkan angka-angka belaka, tetapi memastikan setiap data yang dihasilkan dapat dijadikan acuan yang handal,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, Yeni berharap Pemdes Babakan Gebang mampu membangun sistem data yang kuat dan berkelanjutan. Tujuannya, setiap kebijakan dan program pembangunan yang dilaksanakan benar-benar berbasis kebutuhan riil masyarakat desa.
“Pendataan mandiri bukan hanya soal angka, tetapi menjadi fondasi penting dalam mewujudkan desa yang maju, transparan, dan berdaya saing di era digital,” tegasnya.
Selain itu, Yeni juga menegaskan pentingnya transformasi digital dalam pengelolaan data desa. Ia menyampaikan rencana ke depan, di mana seluruh data strategis desa akan dapat diakses secara terbuka dan terintegrasi melalui website desa. Informasi yang akan dipublikasikan meliputi data kependudukan, jumlah rumah tangga, kondisi wilayah geografis, hingga data sosial ekonomi lainnya.
“Dengan demikian, informasi mengenai desa dapat dilihat dengan mudah, cepat, dan akurat oleh seluruh pihak yang membutuhkannya, baik dari dalam maupun luar desa,” tambahnya.
Menurut Yeni, keberadaan data yang tersaji secara digital tidak hanya akan memudahkan aparatur desa dalam menjalankan tugasnya, tetapi juga meningkatkan transparansi dan akuntabilitas kepada masyarakat. Dengan data yang tertata rapi dan selalu diperbarui, proses penyusunan perencanaan pembangunan akan menjadi lebih efektif, berbasis fakta, dan sesuai dengan kebutuhan aktual warga desa.
“Saya berharap melalui pendataan mandiri yang didukung oleh pelatihan ini, Desa Babakan Gebang mampu menjadi desa yang melek data dan siap beradaptasi dengan perkembangan teknologi,” harapnya.
Yeni juga menekankan bahwa data bukan sekadar arsip yang hanya disimpan di lemari, melainkan sebagai aset penting desa yang menjadi dasar pengambilan keputusan strategis, evaluasi implementasi program pembangunan, serta pengembangan potensi desa di masa depan.
“Kita akan terus berkomitmen untuk menjaga kualitas data desa dan memastikan bahwa setiap upaya pembangunan yang kita lakukan benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi seluruh masyarakat Babakan Gebang,” pungkasnya. (Nawawi)










































































































Discussion about this post