Oleh: Afidah Aeni,Amd.Keb.
Peneliti Kesehatan
Padatahun 2020 ini penyakit demam berdarah mulai meningkat dan memakan korban. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat, sudah sebanyak 104 jiwa meninggal dunia akibat penyakit DBD selama periode 1 Januari-10 Juni 2020. Kemaantian terbanyak akibat penyakit yang ditularkan nyamuk Aedes aegpyt.
Kasus demam berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Cirebon mencapai ratusan. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon. Kasus DBD hingga kini mencapau 463 kasus. Jumlah kasus DBD di Kabupaten Cirebon itu sejak Januari hingga pekan kedua Juni 2020. Jumlah tersebut tergolong sangat tinggi.
Sementara itu, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat. Kasus DBD di Jabar pada Januari 2020 mencapai 2.213 kasus dengan 20 kematian sedangkan Februari terdapat 2.479 kasus dengan 18 kematian.Kemudian Maret tercatat 2.942 kasus dengan 23 kematian, April sebanyak 888 kasus dengan 10 kematian dari 12 kabupaten atau kota, sedangkan pada Mei terdapat 759 kasus dengan 7 kematian, dari 14 kabupaten atau kota. Angka kematian akibat DBD terbanyak di Jabar terjadi di Kabupaten Cirebon, yakni 11 kematian dengan 447 kasus DBD sampai akhir Mei. Daerah dengan angka kematian akibat DBD kedua terbanyak adalah di Kota Tasikmalaya dengan 8 kematian dari 413 kasus DBD sampai akhir Mei.Karena itu, kasus DBD perlu mendapatkan perhatian secara khusus dari masyarakat cirebon dan dinas kesehatan.
Demam berdarah atau demam berdarah dengue (DBD) meruapakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus Dengue. Virus ini masuk ke dalam tubuh manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedesalbopictus, yang hidup di wilayah tropis dan subtropis. Diperkirakan terdapat setidaknya 50 juta kasus demam berdarah di seluruh dunia tiap tahunnya.
Endemik penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) memasuki siklus wabah lima tahunan. Dinas Kesehatan (Dinkes) memberlakukan status siaga dan menginstruksikan seluruh jajarannya lebih aktif dalam melaksanakan tindakan penanggulangan. Siaga diberlakukan di daerah setempat jika melihat kecenderungan gejala penyakit yang diakibatkan gigitan nyamuk aedes aegypti ini. Dari peta yang ada, penyakit ini muncul di hampir semua wilayah di Indonesia.
Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan masalah lingkungan yang bersumber dari nyamuk dan adanya pembiaran sarang nyamuk oleh setiap orang. Upaya efektif untuk memberantas dan mencegah penyebaran DBD dengan selalu memperhatikan kesehatan lingkungan di rumah dan sekitarnya, apalagi saat ini musim penghujan.
Salah satu cara mencegah penyebaran DBD adalah Pertama, dengan selalu menguras tempat-tempat penampungan air. Kuraslah tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi, akuarium, dan vas bunga satu hingga dua kali seminggu. Siklus metamorfosis nyamuk, mulai dari telur hingga menjadi nyamuk dewasa, berlangsung selama 8-10 hari. Dengan mengosongkan tempat-tempat penampungan air secara berkala, Anda memutus siklus hidup nyamuk.
Kedua, menutup rapat semua tempat penampungan Tutuplah segala tempat yang bisa menampung air, baik di dalam maupun di luar rumah. Jika tidak diperlukan, tengkurapkan wadah-wadah yang bisa menampung air di luar rumah agar tidak tergenangi air hujan. Nyamuk betina memanfaatkan air yang tergenang sebagai tempat bertelur.
Ketiga,. Kuburlah semua objek yang bisa menampung air, seperti kaleng bekas atau wadah plastik.itu merupakan gerakan 3M (Menguras, Menutup dan Mengubur) yang telah diperbaharui 3M plus, M yang ketiga ini tidak lagi dianjurkan karena menimbulkan polusi tanah.Kini, Kementerian Kesehatan sangat menganjurkan untuk mendaur ulang sampah-sampah anorganik yang bisa menampung air.
Pencegahan DBD dengan 3M plus bertujuan untuk menghindari gigitan nyamuk dan mencegah nyamuk bersembunyi di rumah. Ikuti cara-cara sederhana berikut ini untuk mengaplikasikan 3M plus,pasang kasa nyamuk di pintu dan jendela, dan gunakan kelambu saat tidur, gunakan semprotan antinyamuk, terutama di kolong meja dan tempat tidur, serta di belakang furnitur, Oleskan losion antinyamuk pada kulit ketika berdiam di tempat terbuka., Biarkan matahari masuk semaksimal mungkin.
Membersihkan kaca jendala yang buram agar sinar matahari tidak terhalang, Bersihkan secara rutin semua tirai dan karpet yang mengumpulkan debu. Ingatlah bahwa nyamuk suka bersembunyi di barang-barang berdebu, jika memiliki kebun, tanam tumbuhan-tumbuhan berbau yang tidak disukai nyamuk, misalnya serai, kemangi, dan lavender, kosongkan rumah dan gudang sebisa mungkin dari barang-barang yang tidak diperlukan untuk menghilangkan tempat-tempat nyamuk bersembunyi dan agar rumah menjadi lebih lapang, jangan biarkan baju dan handuk menggantung terlalu lama. Handuk dan baju kotor merupakan tempat yang digemari nyamuk karena nyamuk suka aroma tubuh manusia, cuci baju kotor dan ganti handuk secara berkala.
Selain itu, dalam upaya pencegahan dilakukan kegiatan pengasapan yang dilakukan dinas kesehatan atau Puskesmas lokal untuk membasmi telur telur dan jentik jentik nyamuk-nyamuk yang berkeliaran disekitar rumah genangan air. Karena itu, dalam mengatasi permasalahan penyakit DBD perlu dilakukan upaya, pencegahan DBD dengan menguras, menutup dan mendaur ulang atau mengubur barang bekasyang harus dijalankan masyarakat Indonesia bersamaan dengan pengasapan agar hasilnya lebih optimal demi menjaga kesehatan lingkungan agar bersih dan terhindar dari penyakit DBD. Semoga.













































































































Discussion about this post