KAB. CIREBON, (FC).- Rutinitas mengaji dan belajar ilmu Agama Islam biasa dilakukan oleh para santri Pondok Pesantren Matholib As-Suluk Kelurahan Kaliwadas, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon.
Yang luar biasa, para santri juga mampu membudidaya maggot atau larva, dari lalat tentara hitam black soldier fly (BSF).
Kegiatan ini dalam upaya memberikan pelajaran berwirausaha. Sehingga nantinya kelak setelah meninggalkan pesantren dapat hidup mandiri dengan bekal tersebut.
“Kalau untuk sekarang ini sih, santri diajarkan budidaya larva lalat hitam atau BSF,” jelas Busrol Karim, selaku pimpinan Ponpes Matholib As-Suluk kepada FC, Kamis (22/4).
Budidaya larva ini, menurutnya bermula dari melihat banyaknya limbah organik yang selalu menjadi masalah di lingkungan sekitar.
Kemudian para santri mencoba dan memanfaatkanya dengan membudidaya larva dari lalat BSF.
“Awalnya berangkat dari kegelisahan kita terkait sampah organik. Dari situ kita coba budidaya, dan Alhamdulillah hasilnya cukup memuaskan,” katanya.
Berbekal keseriusan dan peralatan sederhana, mereka rutin mengembangkan siklus lalat BSF.
Hingga satu tahun berjalan, tidak sedikit dari warga yang mencari telur maggot untuk permulaan budidaya lalat BSF.
“Alhamdulillah, para santri serius dalam budidaya maggot ini, kita terus kembangkan siklus lalat BSF. Hingga telurnya dan larvanya banyak dicari masyarakat,” terangnya.
Selain membuahkan hasil dari penjualan telur dan larva, suasana di pondok pesantren juga terlihat bersih dari sampah atau limbah organik.
“Sampah organik untuk makanan larva, kita bisa cari di pasar-pasar, atau memanfaatkan sampah dari dapur pondok juga bisa,” ungkapnya.
Salah seorang santri, Cikal Pangestu Ramadhan menuturkan, lalat BSF yang kerap disebut maggot ini, sebagai alternatif pakan ternak karena proteinnya yang cukup bagus bagi pertumbuhan ternak itu sendiri.
“Larva ini, alternatif untuk pakan ternak. Tapi hanya sebagai campuran makannya, paling sekitar 30 persen larva, 70 persen nya makanan biasa,” jelasnya.
Usaha budidaya ini, lanjut Cikal, hasilnya sudah bisa dijual seperti larva fresh dan telurnya.
Biasanya konsumen yang membeli telur larva itu untuk mengembangkan siklus lalat BSF, sehingga bisa panen telur sendiri.
“Alhamdulillah kita disini sudah setiap hari panen telur, banyak juga yang mencari telur BSF ini,” pungkasnya. (Muslimin)















































































































Discussion about this post