Kesulitan yang ditemui oleh pihak Rumah Sakit Gunung Jati adalah karena masih belum bisa mengidentifikasi jenis ular yang menggigit Adilia. Walaupun secara umum jenis ular yang menggigit adalah ular Weling, namun dr Maria belum bisa memastikan jenis anti bisa ular yang akan digunakan.
Adilia harus berjuang selama 6 hari melawan kritis diruang PICU akibat gigitan ular berbisa. Dan hari ini (Rabu malam) Adilia harus meninggal dunia dalam usia 4 tahun.
Sebelumnya, pada Jumat (7/2) yang lalu Adilia Oktavia digigit ular berbisa Jenis Bungarus (Weling) pada bagian telapak kaki dirumahnya di Desa Pamengkang, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon hingga menyebabkan koma.
Menurut Ibu korban Rus, Adilia digigit ular saat sedang tertidur lelap disampingnya. Korban oleh pihak keluarga dibawa terlebih dahulu di Rumah Sakit Putera Bahagia. Namun karena perlatan yang tidak memadai dan tidak mempunyai anti bisa ular maka korban dibawa ke Rumah Sakit Gunung jati.
Sesampainya di RSD Gunung Jati, korban langsung diberikan perawatan instensif dan dimasukan kedalam ruang PICU dalam keadaan koma.
Ibu Korban mengakui, rumahnya sangat dekat sekali dengan area perkebunan dan sawah tak ayal kemunculan ular pun sering ditemui warga sekitar namun bisa-nya tidak sekuat yang mematuk Adila. Lima hari sudah, Adila anak perempuan berusia 4 tahun, warga Desa Pamengkang, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, mengalami koma akibat digigit ular berbisa. Saat ini anak tersebut masih dirawat di ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU) RSD Gunung Jati, Kota Cirebon.













































































































Discussion about this post