Digit Sedang Tidur
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Enny Suhaeni mengatakan peristiwa nahas yang menimpa anak itu terjadi pada Sabtu (7/2). Enny menyebutkan bagian telapak kaki anak itu dipatuk ular.
“Kronologi korban tergigit ular berbisa itu saat korban sedang tidur. Sang ibu baru mengetahui ular mengigit kaki anaknya itu saat hendak menggantikan celana anaknya,” kata Enny Suhaeni.
Mengetahui kejadian tersebut, lanjut Enny, sang ibu bergegas membawa anaknya ke rumah sakit terdekat. Akan tetapi, karena perlengkapan medis tak memadai pihak rumah sakit langsung merujuknya ke RSD Gunung Jati untuk mendapat pertolongan pertama.
“Dokter sudah memberikan obat anti serum sebanyak 10 vial. Dengan tujuan, racun hemotoxin ular tidak menjalar ke tubuh korban, tapi belum ada tanda-tanda. Mudah-mudahan ada perkembangan menggembirakan,” harapnya.
Untuk mengantisipasi itu semua, masih kata Enny, pihaknya selalu sedia bahkan dinas mempunyai 100 vial serum anti bisa ular (SABU) dan tersimpan di gudang farmasi.
“Di 60 Puskesmas kami juga ada serum anti bisa ular tersebut,” imbuhnya.
Dikatakan Enny, Adila telah mendapat perhatian khusus dari 3 dokter spesialis yang menanganinya. Bahkan kemarin RSD kedatangan dokter dari perwakilan WHO (Kemenkes) dan menyampaikan bahwa bisa ular-nya belum terdeteksi dan sudah konsultasi ke Thailand dan Australia untuk pengobatan selanjutnya.
“Jika sudah menemukan obatnya untuk Adila, maka dokter perwakilan dari WHO ini akan datang lagi ke Cirebon,” ucapnya.
Saat disinggung mengenai biaya pengobatan Adila, pihaknya sudah melaporkan hal ini kepada Bupati Cirebon, dan Alhamdulillah mudah-mudahan seluruhnya akan di cover oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon.
“Mudah-mudahan seluruhnya ya. Tapi Pak Bupati sudah mengiyakan,” tandasnya. (Muslimin)
















































































































Discussion about this post