SUMBER, (FC).- Harga bawang putih diseluruh pasar tradisional di Kabupaten Cirebon alami kenaikan yang signifikan. Saat ini harga bawang putih mencapai Rp 60 ribu perkilogram-nya. Kenaikan tersebut akibat minimnya pasokan dari distributor yang ada di kawasan Desa Setu Patok, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Cirebon, Deni Agustin melalui Kepala Bidang Perdagangan, Dadang Heryadi mengungkapkan, saat ini pasokan bawang putih dari distributor yang ada di Setu Patok belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan pasar, salah satu penyebabnya akibat wabah Virus Corona beberapa pekan lalu.
“Bawang putih di Kabupaten Cirebon itu lebih dari 50 persen itu berasal dari Cina, sebagian lagi dari India,” kata Dadang Heryadi, Rabu (12/2).
Menurut informasi yang dia terima, Pemerintah Indonesia saat ini sudah mengarahkan untuk melakukan impor bawang putih dari negara penghasilnya, yaitu Thailand dan India. Selain itu, pemerintah pun mendorong petani lokal guna pemenuhan kebutuhan. Salah satunya itu adalah daerah Sukabumi.
“Memang bawang putih dari Cina itu lebih bagus, kualitasnya lebih baik dan lebih kering, sehingga tidak cepat busuk dibandingkan yang lain. Kalau bawang lain masih ada kadar airnya. Makanya mudah-mudahan masalah corona ini cepat selesai,” kata Dadang.
Selain itu, lanjut Dadang, pihaknya akan segera melakukan pemantauan ke sejumlah distributor bawang putih yang ada di Kabupaten. Hal tersebut dilakukan untuk rencana pelaksanaan operasi pasar.
“Sebelum dipastikan barang ada, kami belum bisa melakukan operasi pasar. Kalau ada, kami langsung berkoordinasi dengan Bulog dan beberapa pihak BUMN lainnya,” kata Dadang. (ghofar)












































































































Discussion about this post