KUNINGAN, (FC).- Agenda Rapat Koordinasi Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan yang digelar di Hotel Horison Titra Sanita mendapat kejutan dengan kedatangan tim dari Badan Narkotika Nasional Kabupaten Kuningan.
Agenda rapat yang hampir selesai tersebut, terhenti sebentar, adanya permintaan ijin dari BNNK Kuningan, dan seluruh pejabat yang ada diruangan tidak diminta untuk meninggalkan tempat. Namun agenda tersebut dilanjutkan dengan pelaksanaan tes urin.
Kepala DPMPTSP Kuningan Agus Sadeli mengaku kaget kedatangan tim BNNK Kuningan, namun sebagai ASN pihaknya tetap patuh mengikuti aturan yang dikehendaki pimpinan.
“Ya kenapa harus takut, kalau kita benar, ya tidak perlu takut buat tes urin, setidaknya ini memotivasi kita untuk melakukan hal serupa dilingkungan kerja kita,” kata Agus.
Sementara itu, Kepala BNNK Kuningan Edi Heryadi menyampaikan bahwa pelaksanaan tes urin tersebut mendadak dan hanya diketahui oleh pimpinan (bupati) saja.
“Ada 73 orang yang menjalani tes urin,” kata Edi.
Ditanya hasilnya, Edi mengaku tidak bisa membuka saat ini, karena pihaknya hendak memastikan terlebih dahulu dengan pemeriksaan lebih lanjut di kantor, dan kemudian hasilnya dilaporkan kepada bupati.
“Tidak bisa kita buka, biar nanti pa bupati sendiri yang member penjelasan,” ujar Edi.
Ditanya isu salah satu petinggi pemerintah daerah “melarikan diri” dari pemeriksaan, Edi menyangkal. Disebutkanya semua ikut tes urin yang ada diruangan tersebut.
“Semua ikut, tidak ada yang kabur,” kata Edi.
Terpisah, Bupati Kuningan H. Acep Purnama membenarkan adanya tes urin, setidaknya tes tesebut untuk mengawali kinerja yang baik kedepannya di awal tahun 2021 ini.
“Untuk hasil kita tunggu dari BNN, saya belum dapat laporan,” ujar Acep.
Ditanya apakah dia akan membuka hasil tes urin tersebut kepada public apabila ditemukan yang negative, Acep memastikan dia akan transparan.
“Kita buka-bukaan nanti, hasilnya seperti apa kita tunggu saja,” kata Acep. (Ali)











































































































Discussion about this post