KAB.CIREBON (FC).- Banjir kembali merendam Perumahan Trusmiland Klayan 5, Desa Batembat, Kecamatan Tengahtani, Kabupaten Cirebon. Genangan air setinggi hampir satu meter memaksa ratusan warga mengungsi dan melumpuhkan aktivitas permukiman.
Banjir terjadi sejak Jumat dini hari (6/2) dan meningkat hingga Sabtu (7/2). Warga menyebut kejadian ini sebagai banjir terparah sejak perumahan tahap 5 dibangun sekitar tiga tahun lalu.
Seorang warga, Arif Thasdiq, mengatakan ketinggian air pada kejadian kali ini melampaui banjir sebelumnya.
“Bulan kemarin air hanya di belakang, sekarang sudah masuk ke blok-blok rumah,” kata Arif, Senin (9/2).
Akibat banjir, warga mengungsi ke masjid, rumah kerabat, serta ke rumah warga lain yang memiliki kontur tanah lebih tinggi. Air dilaporkan mulai naik cepat sekitar pukul 21.00 WIB.
Warga lainnya, Dedi Slamet, menyebut banjir kali ini merupakan kejadian keempat dalam dua bulan terakhir. Ia menilai pengembang perumahan belum memberikan solusi permanen atas persoalan banjir yang terus berulang.
“Warga sudah meminta pengembang memperkuat dan meninggikan tanggul pembatas. Tapi yang dibangun justru sumur resapan, dan sekarang terbukti tidak efektif,” ujarnya.
Menurut Dedi, banjir terjadi karena posisi lahan persawahan di sekitar perumahan lebih tinggi dibandingkan permukiman, sehingga air dengan mudah masuk saat hujan deras.
“Solusinya jelas, turap harus ditinggikan dan diperkuat. Kalau tidak dibendung, air pasti masuk,” tegasnya.
Selain penguatan tanggul, warga juga mendesak pengembang menaikkan elevasi tanah perumahan dan memaksimalkan sistem drainase sesuai dengan site plan.
“Saluran air seharusnya masuk ke gorong-gorong besar, tapi sekarang tidak berfungsi,” kata Dedi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengembang terkait tuntutan warga tersebut. (Johan)











































































































Discussion about this post