KAB.CIREBON, (FC).- Erosi tebing Sungai Cikanci di Desa Buntet, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, kian mengkhawatirkan.
Kondisi tersebut mengancam akses jalan alternatif penghubung antar desa sekaligus keselamatan permukiman warga di sekitar bantaran sungai.
Jika tidak segera ditangani, erosi berpotensi memicu longsor yang dapat memutus jalur vital penghubung Desa Buntet dengan Desa Kanci Wetan dan Kanci Kulon.
Permasalahan pengikisan tebing Sungai Cikanci telah terjadi sejak 2018. Namun, dalam beberapa waktu terakhir kondisinya semakin memburuk akibat derasnya arus sungai yang terus menggerus bagian bawah tebing, membuat struktur tanah menjadi labil dan rawan longsor.
Kuwu Desa Buntet, Edi Suhaedi, mengatakan ancaman longsor tersebut sudah terjadi sejak awal masa jabatannya.
“Permasalahan ini sudah ada sejak 2018. Saya sudah mengajukan perbaikan ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan dinas terkait juga sudah melakukan survei, tapi sampai sekarang belum ada realisasi,” kata Edi kepada FC, Senin (9/2).
Menurut Edi, pemerintah desa telah berupaya melakukan penanganan darurat dengan memasang cerucuk bambu sebanyak dua kali menggunakan biaya pribadi. Namun, upaya tersebut selalu rusak saat musim hujan dan banjir datang.
“Setiap hujan deras dan banjir, cerucuk bambu hancur. Sekarang kondisinya justru semakin parah,” ujarnya.
Ia menyebut panjang area longsoran mencapai sekitar 50 meter dengan tinggi tebing 2 hingga 3 meter. Kondisi tersebut berdampak langsung pada akses jalan yang menjadi urat nadi aktivitas masyarakat, terutama para petani.
“Jalan ini penghubung dua sampai tiga desa dan akses utama petani ke sawah. Sekarang banyak yang tidak mau menanam karena jalannya sudah tidak layak,” kata Edi.
Akibat kerusakan akses tersebut, lahan pertanian tebu dan padi di sekitar lokasi terancam tidak tergarap maksimal. Pemerintah desa mengaku kewalahan menghadapi dampak sosial dan ekonomi yang mulai dirasakan warga.
Salah seorang petani setempat, Buang, mengaku tidak bisa lagi menggarap lahannya akibat akses jalan yang semakin rusak.
“Karena jalannya longsor, saya tidak bisa menanam. Ini akses utama dari Buntet ke Kanci Kulon dan Kanci Wetan,” katanya.
Warga dan Pemerintah Desa Buntet mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait segera merealisasikan pembangunan tanggul permanen di Sungai Cikanci guna mencegah longsor lebih lanjut dan memulihkan akses masyarakat.
“Kalau tidak segera ditangani, aktivitas warga akan terus terganggu dan risikonya semakin besar,” pungkas Edi. (Nawawi)










































































































Discussion about this post