KAB.CIREBON, (FC).- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon terus mempercepat pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) campak di wilayah yang berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB). Salah satu kegiatan ORI digelar di Desa Babakan Ciwaringin, Kecamatan Ciwaringin, Sabtu (9/5).
Kepala Dinkes Kabupaten Cirebon, Hj. Eni Suhaeni, turun langsung memantau pelaksanaan imunisasi di lokasi. Ia mengatakan antusiasme masyarakat mengikuti ORI campak cukup tinggi.
“Alhamdulillah hari ini kami monitoring kegiatan ORI campak di Kecamatan Ciwaringin, salah satunya di Desa Babakan Ciwaringin. Di desa ini sasarannya 236 balita, dan saya hadir di Pos 3 dengan sasaran 53 anak balita. Sejak pagi masyarakat sangat antusias,” ujarnya.
Menurut Eni, tingginya partisipasi masyarakat tidak lepas dari dukungan berbagai unsur, mulai dari pihak kecamatan, pemerintah desa, TNI-Polri, hingga tokoh masyarakat dan tokoh agama.
“Bu Kapolsek, Pak Danramil, Pak Kuwu juga hadir sejak subuh menyiapkan tempat. Tokoh masyarakat dan tokoh agama ikut mendukung kegiatan ini,” katanya.
Ia berharap seluruh sasaran imunisasi di Desa Babakan Ciwaringin dapat selesai dalam satu hari. Namun, bagi balita yang belum hadir karena sakit, petugas kesehatan akan melakukan penyisiran langsung ke rumah warga.
“Kalau ada yang sakit sehingga imunisasinya ditunda, minggu depan akan di-sweeping oleh petugas kesehatan dari Puskesmas Ciwaringin. Petugas akan datang langsung ke rumah-rumah balita yang belum hadir,” jelasnya.
Eni mengungkapkan, Kecamatan Ciwaringin menjadi salah satu dari empat kecamatan di Kabupaten Cirebon yang ditetapkan sebagai wilayah KLB campak, selain Kecamatan Mundu, Greged, dan Sumber.
“Di Ciwaringin sendiri ada sembilan kasus positif campak. Saat ini sasaran ORI mencapai 2.275 balita,” ungkapnya.
Meski pelaksanaan ORI baru dimulai sejak 6 Mei 2026, capaian imunisasi di Kecamatan Ciwaringin disebut telah mencapai 44 persen.
“Alhamdulillah capaiannya sudah 44 persen. Ini tentu berkat kerja keras semua pihak,” katanya.
Berdasarkan data Dinkes Kabupaten Cirebon hingga minggu ke-17 tahun 2026, tercatat sebanyak 532 kasus suspek campak dengan 51 kasus terkonfirmasi positif yang tersebar di sejumlah wilayah.
Dinkes Kabupaten Cirebon pun terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat agar penyebaran campak tidak semakin meluas.
Warga diimbau segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala campak dan sementara waktu tidak beraktivitas di sekolah untuk mencegah penularan.
“Kalau ada anak sakit segera dibawa ke puskesmas, dan kalau sakit jangan dulu masuk sekolah supaya tidak menularkan ke teman-temannya,” tandasnya. (Johan)











































































































Discussion about this post