KOTA CIREBON, (FC).- Pandemi Covid-19 ini membuat sebagian ASN bekerja dengan Work From Home (WFH). Dengan demikian, WFH memerlukan berbagai teknologi, baik berupa pelaporan maupun rapat-rapat dinas.
Hal ini diungkapkan Walikota Cirebon Nashrudin Azis, seusai pelantikan dan pengukuhan 50 pejabat pimpinan tinggi pratama, pejabat administrator. Di Lobby Gedung Setda Kota Cirebon, Rabu (30/12).
Azis minta pejabat yang dilantik ini paham teknologi, guna meningkatkan kinerjanya. Diantaranya dengan menggunakan teknologi digital dalam pengerjaan tugas sehari-hari.
Dengan memahami teknologi digital secara baik, Azis berharap kinerja aparatur sipil negara di lingkungan Pemda Kota Cirebon bisa meningkat.
“Para pejabat sebagai pimpinan, harus mendorong jajarannya untuk meningkatkan kemampuan di bidang teknologi informasi hingga level terendah. Upayakan pelatihan semua staf agar melek teknologi,” terang Azis.
Terkait pelantikan ini, Azis menjelaskan, karena adanya perubahan peraturan. Dengan terbitnya Permendagri Nomor 56 tahun 2019.
Sehingga perlu dilakukan perubahan terhadap Peraturan Wali Kota Cirebon Nomor 43 tahun 2016 tentang Kedudukan, Struktur, Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Sekretariat Daerah Kota Cirebon.
Karenanya diperlukan pengangkatan, pemindahan dan pengukuhan yang dilakukan hari ini, untuk keselarasan kinerja di lingkungan Setda Kota Cirebon.
Disebutkannya, 4 orang pimpinan tinggi pratama (eselon II), 10 pejabat administrator (eselon III) dan 36 pejabat pengawas (eselon IV) yang dilantik dan dikukuhkan.
Sesuai Perwalkot Nomor 42 tahun 2020, lanjutnya, terdapat 9 kepala bagian di lingkungan Setda Kota Cirebon.
Masing-masing Kepala Bagian Pemerintahan, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat, Kepala Bagian Hukum, Kepala Bagian Administrasi Pembangunan, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam.
Kemudian Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa, Kepala Bagian Umum, Kepala Bagian Organisasi dan Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan.
“Nomenklatur yang baru muncul yaitu bagian protokol dan komunikasi. Sedangkan bagian keuangan dan perlengkapan yang sebelumnya berdiri sendiri menyatu di bawah bagian umum,” tandasnya. (gus)








































































































Discussion about this post