KUNINGAN, (FC).- Dalam rangka mewujudkan kesejahteraan dan pemberdayaan ekonomi umat, mendorong pesantren untuk memiliki produk unggulan serta Akselerasi Pemulihan Ekonomi di Pesantren, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat pada UPTD Pendidikan dan Pelatihan Perkoperasian dan Wirausaha pada Tahun 2022 telah meloloskan pesantren masuk dalam program One Pesantren One Product (OPOP) pada Audisi Tahap I (Satu).
Tahapan kegiatan selanjutnya dilaksanakan Audisi Tahap II (Dua) OPOP di lima Kabupaten/Kota di Jawa Barat dengan jumlah peserta yang mengikuti Audisi Tahap II berjumlah 125. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kabupaten Kuningan bertempat di Salah satu hotel di wilayah Cigandamekar Kuningan.
Bupati Kuningan Acep Purnama yang menyempatkan hadir untuk memberikan arahan dan motivasi kepada para peserta didampingi Kepala Dinas Koperasi, UKM Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kuningan U Kusmana S.Sos, M.Si., Selasa (13/9).
Dalam arahannya, Bupati Acep menyampaikan dengan tulus hati bahwa kami atas nama pemerintah Kabupaten Kuningan mengucapkan selamat datang di kabupaten kuningan kepada 21 peserta Audisi OPOP yang berasal dari Kabupaten/Kota Ciayumajakuning.
“Pada kesempatan ini pula saya ucapkan terima kasih kepada jajaran dinas koperasi dan usaha kecil provinsi jabar bahwa kabupaten kuningan dipilih lagi sebagai tuan rumah untuk audisi tahap II ini setelah kemarin di bulan juli pondok pesantren husnul khotimah kuningan telah dipilih menjadi pesantren role model tempat pelatihan dan magang bagi peserta OPOP tahun 2022,” ungkap Acep.
Menurut Acep, One Pesantren One Product (OPOP) adalah salah satu kegiatan dari program Gubernur Jawa Barat yang disebut dengan program pesantren juara dalam rangka mendorong pemberdayaan pesantren agar mempunyai produk unggulan serta mampu mandiri secara ekonomi.
“Program OPOP sudah berlangsung selama 4 tahun, mulai tahun 2019. alhamdulillah tahun 2021 kemarin salah satu ponpes di kabupaten kuningan masuk ke final dan mendapatkan juara 1 OPOP yaitu peserta dari Ponpes Al-Furqon Kecamatan Hantara yang memproduksi cuka kayu. dengan mendapatkan pembinaan dari Dinas Koperasi Dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat syukur alhamdulillah sekarang usahanya makin berkembang,” jelas Acep.
Acep melihat program ini sangat bagus, seluruh pesantren yang terpilih melalui seleksi dan mendapatkan program pembinaan terpadu dan juga ditingkatkan kemampuan daya saing ekonominya serta didampingi untuk proses pengembangan usahanya, bersinergi dalam jaringan bisnis yang potensial. harapannya akan berhasil menjadi sebuah pondok pesantren yang mandiri.
“Kepada para peserta audisi selamat berkompetisi, tetap sehat, tetap semangat untuk mengembangkan usahanya lebih kreatif mencari peluang usaha dan pemasaran produknya dan semoga segala upaya dan ikhtiar kita mendapat perlindungan dari allah SWT,” kata Acep.
Sementara, Kepala Dinas Kopdagperin Kuningan U. Kusmana menjelaskan, One Pesantren One Product (OPOP) adalah Program Gubernur Jawa Barat yang disebut dengan Program Pesantren Juara dalam rangka mendorong pemberdayaan pesantren agar mempunyai produk unggulan.
”Melalui program OPOP, pesantren di Jawa Barat didorong untuk memiliki kemandirian secara ekonomi. Pandemi covid-19 telah memaksa sebagian besar pesantren agar bisa membiayai operasional secara mandiri,” kata Uu.
Seluruh pesantren yang terpilih melalui seleksi, lanjut Uu, nantinya akan diberikan program pembinaan terpadu dan juga ditingkatkan kemampuan daya saing ekonominya serta didampingi untuk proses pengembangan usahanya, bersinergi dalam jaringan bisnis yang potensial.
Dengan adanya pelatihan dan magang pada program OPOP diharapkan adanya peningkatan kapasitas produksi, perbaikan di penatausahaan, kemasan, legalitas usaha dan pemasarannya. Selain itu harus dibangun kerjasama kemitraan dari mulai bahan baku, perniagaan sampai dengan pembiayaannya.
Program OPOP sudah berjalan selama 4 tahun, sejak tahun 2019. Di Kabupaten Kuningan pada tahun 2019 sebanyak 24 Ponpes, 2020 sebanyak 19 Pesantren dan tahun 2021 sebanyak 18 pesantren.
“Alhamdulillah tahun 2021 kemarin, Pondok Pesantren Al-Furqon Kecamatan Ciniru Kabupaten Kuningan yang dipimpin Ero Laswara yang memproduksi Cuka Kayu masuk ke final dan mendapatkan juara OPOP.” Ujar Uu.
Kepala Diskopdagperin menyebutkan, untuk tahun 2022, Kabupaten Kuningan mendapat kuota 10 Pesantren, namun yang lolos audisi hanya 8 pesantren. Untuk tahun 2023, rencananya Kabupaten Kuningan mendapatkan kuota 90 Ponpes yang mendapatkan pembinaan melalui OPOP. Sementara data terakhir di Kemenag sebanyak kurang lebih 140 ponpes di Kabupaten Kuningan yang belum terakomodir/diikutkan dalam program OPOP. (Ali)














































































































Discussion about this post