KOTA CIREBON, (FC).- Anak Buah Kapal (ABK) asal Kamp. Kesunean Kota Cirebon yang bekerja di PT. Surya Mitra Bahari bernama Rudi hilang saat berlayar di perairan China.
Pada bulan Juni 2020, tepatnya tanggal 6, kantor tempat Rudi bekerja mengirim surat terkait kontrak kerja Rudi akan selesai sehubungan adanya pemberlakuan lockdown kru kapal tidak bisa bersandar.
“Tanggal 18 Rudi memberi kabar kepada keluarga kapal yang ditungganginya Kapal Yong Fa 1 akan bersandar ke pelabuhan china, terkait corona akhirnya para kru kapal diungsikan ke Kapal Yong Fa 6,”ungkap salah satu kerabat Rudi, Yudi Hardiansyah kepada FC, Minggu (28/6).
Namun pada tanggal 19 Juni 2020 temannya bernama Edhar di akun FB mengabari keluarganya bahwa Rudi menghilang. Mendengan kabar tersebut, keluarga panik dan menanyakan kepada teman Rudi yang lainnya sesama warga Cirebon yang bekerja di kapal tersebut.
“Teman-teman Rudi tidak mengetahui atas hilangnya Rudi. Bahkan melalui CCTV pun tidak tertangkap dan bahkan ada yang bilang tidak ada cctv dan CCTV kapal rusak,”ungkapnya.
Yudi menjelaskan mendapatkan keterangan dari rekan kerja satu kapal bernama Jati, dia terakhir yang melihat Rudi bangun jam 9 pagi dan meminjam roko sebungkus.
“Kata Jati merokok keluar kamar kapal memakai baju merah, sampai waktunya makan jam 10an siang saya baru menyadari bahwa Rudi tidak ada akhir para ABK temannya mencari tapi tidak ada dan berasumsi rudi loncat bunuh diri,” jelasnya.
Pihak keluarga mempertanyakan keseriusan pihak kapal atau agency dalam pencarian ABK Rudi sendiri. “Kami mempertanyakan di CCTV tidak tertangkap, apakah di kapal tidak ada cctv, tidak ada video dari awal bahwa benar ada pencarian hilangnya Rudi,” ungkapnya.















































































































Discussion about this post