Yudi mengatakan hingga saat ini tidak ada tim SAR atau sekoci yang mencari , dan tidak ada tanggung jawab sama sekali. Seharusnya perusahaan Agency saat Rudi direkrut menjadi ABK harus tanggung jawab penuh atas hilangnya Rudi di kapal tempat dia bekerja .
“PT. Surya Mitra Bahari jangan cuma meraup dollarnya saja, tapi tidak serius menangani kasus menghilangnya ABK itu nyawa manusia bukan semut,” tegasnya.
Yudi mengungkapkan sangat kecewa dengan PT. Surya Mitra Bahari, seharusnya kontrak habis langsung dibawa kesandaran pelabuhan untuk di karantina bagi yang kontraknya sudah habis, bukan diungsikan ke kapal lain.
“Kami selalu komunikasi dengan kawan Rudi, dan kami juga kontak perusahaan, tapi perusahaan tidak bisa membuktikan dari awal dalam pelaporan mengenai pencarian rudi, seperti nya perusahaan agensi tersebut sudah tidak punya rasa manusiawi lagi,” ungkapnya.
Yudi berharap KBRI dapat membantu menangani kasus hilangnya Rudi, selain itu juga pihak keluarga menginginkan kejelasan keberadaan Rudi saat ini.
“Sistem pelaporan kami pun tidak tahu seperti apa dari tanggal 19 Juni, karena pihak kapal sibuk sendiri pihak perusahaan hanya memikirkan dollar keuntungan saja , mana bukti video pencarian Rudi dan pelaporan tidak ada, karena sudah 9 hari tidak ada kejelasan tentang keberadaan Rudi, semoga presiden dapat mendengar kasus ini,” tutupnya. (Sakti)















































































































Discussion about this post