KOTA CIREBON, (FC).- Ribuan pengemudi Ojek Online (Ojol) di Kota Cirebon melakukan demonstrasi di depan kantor Wali Kota Cirebon dan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cirebon. Dalam aksinya, mereka menuntut dicairkannya Bantuan Langsung Tunai (BLT) tahun 2022.
Pasalnya beberapa daerah di Jawa Barat khususnya yang dekat dengan Kota Cirebon seperti Kabupaten Cirebon, Kuningan, dan lainnya BLT tersebut sudah dicairkan kepada para pengemudi ojol yang berhak.
Selain itu, massa aksi juga meminta kepada Pemerintah Daerah Kota Cirebon untuk mendesak para aplikator agar memiliki kantor perwakilan di daerah, sehingga kondisi pengemudi ojol dapat difasilitasi dengan baik.
Koordinator Lapangan Ojol Bersatu Cirebon Raya Triyas mengatakan, tuntutan pencairan BLT dilakukan karena sudah kurang lebih satu tahun BLT tersebut belum cair. BLT sendiri besarannya adalah Rp150 ribu per bulan dan cair per tiga bulan atau sebesar Rp450 ribu per tiga bulan.
“BLT sudah satu tahun ini belum cair. Kami menuntut bantuan tersebut segera dicairkan kepada kawan-kawan karena ini adalah janji pemerintah,” katanya, Rabu (9/8).
Selain menuntut dicairkannya BLT, ia juga meminta Pemerintah Daerah mendesak para aplikator yang beroperasi di Kota Cirebon memiliki kantor perwakilan.
Massa aksi juga meminta dukungan Pemerintah Daerah Kota Cirebon untuk mendorong aplikator menerapkan potongan komisi menjadi 15 persen. Karena potongan komisi yang sebelumnya dinilai terlalu besar dan memberatkan para pengemudi ojol.
“Kami minta Pemerintah Daerah membuat Perda mengenai status pengemudi ojol agar keberadaannya diakui secara regulasi. Kami minta Pemerintah Daerah mendesak para aplikator yang ada di Kota Cirebon harus ada kantornya. Kami juga meminta aplikator menerapkan Permenhub Nomor 667 Tahun 2022 berupa biaya sewa penggunaan aplikasi paling tinggi 15 persen karena selama ini kami narik ini potongan aplikasinya 20 persen,” ujarnya.
Sekretaris Daerah Kota Cirebon Agus Mulyadi yang menemui massa aksi mengatakan, petisi yang disampaikan sudah menjadi perhatian dan dalam proses. Untuk realisasi BLT ojol tahun 2022 Pemerintah Pusat sudah menetapkan untuk memberikan subsidi upah pengemudi online maupun angkutan konvensional.
“Jadi memang sampai saat ini petunjuk pelaksanaan terhadap peraturan Menteri Keuangan belum ada. Tapi kami sudah berkomunikasi dengan Dinas Perhubungan dan atas arahan Pak Wali Kota, pada prinsipnya yang perlu divalidasi adalah keberadaan rekan-rekan Ojol dan angkutan kota yang betul-betul berdomisili di Kota Cirebon,” katanya.
Pihaknya juga langsung memerintahkan Dinas Perhubungan Kota Cirebon untuk membentuk tim dalam waktu yang cepat dengan perwakilan dari pengemudi Ojol yang akan dikoordinasikan dengan dinas teknis.
“Atas arahan dari Pak Wali Kota kami bersama Dinas Perhubungan akan membentuk tim percepatan,” pungkasnya. (Frans)













































































































Discussion about this post