KOTA CIREBON, (FC).- Memperingati HUT Korpri ke 50, Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Cirebon menggelar pelayanan administrasi kependudukan, khusus bagi warga Kota Cirebon secara gratis. Kegiatan digelar di Grage Mall, Jalan Tentara Pelajar, pada Minggu (28/11).
Wakil Walikota Cirebon Eti Herawati yang membuka kegiatan tersebut menyampaikan, pelayanan pengurusan kependudukan di Kota Cirebon tidak sulit. Dokumen kependudukan merupakan hak warga negara yang pengurusannya tidak akan dipersulit.
Dokumen kependudukan merupakan hak masyarakat yang harus dipenuhi oleh pemerintah.
“Kegiatan ini dalam rangka HUT ke-50 KORPRI, teman-teman di Disdukcapil melakukan jemput bola. Mereka memberikan pelayanan kependudukan di pusat perbelanjaan di hari libur,” ucapnya kepada FC.
Hanya saja Eti mengakui, saat ini Disdukcapil belum bisa melayani warga secara maksimal. Pasalnya, kantor yang saat ini ditempati adalah kantor sementara yang kurang representatif dan kurang memadai bagi pelayanan.
“Sebentar lagi kantor Disdukcapil yang baru beres, yang di Kompleks Bima. Sehingga dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat Kota Cirebon lebih baik lagi,” harapnya.
Sementara itu, Kadsdukcapil Kota CirebonAtang Hasan Dahlan mengakui pelayanan kependudukan dengan cara jemput bola di mal ini diminati masyarakat. “Sangat tidak terduga. Antusias masyarakat tinggi sekali, bahkan ada yang datang dari luar kota,” terangnya.
Namun pihaknya tetap memprioritaskan warga Kota Cirebon untuk mendapatkan pelayanan hari ini. Ada pun pelayanan kependudukan yang diberikan seperti KTP untuk pemula, hilang maupun rusak.
Untuk KTP pemula sekarang direkam, besok bisa diambil, bisa pula dokumen kelahiran, kematian dan kartu identitas anak (KIA). Untuk blangko yang disiapkan lebih dari 1.500.
Sementara itu, Plt General Manager Grage Group Ratu Sukmayani mengatakan, pihaknya hanya menyediakan tempat saja. “Kalau kami hanya diminta untuk menyiapkan tempat dalam rangka HUT Korpri, untuk perizinan memang itu merupakan tupoksi dari penyelenggara,” katanya.
Pihak Grage Mall sendiri dalam operasionalnya selalu menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
“Kita selalu menerapkan protokol kesehatan, bahkan saking menjaganya kita waktu itu sampai menutup Mall beberapa pekan semenjak pandemi,” ungkapnya.
Sementara pantauan wartawan koran ini, ada ratusan warga memadati dan berkerumun Halaman mall tersebut mulai dari pagi hari.
Mereka rela mengantre didepan pintu masuk mall, walaupun layanan administrasi kependudukan belum dibuka. Petugas Disdukcapil, kepolisian dan keamanan setempat tak henti-hentinya mengingatkan kepada warga yang mengantre, untuk tetap menjaga protokol kesehatan.
Jaelani (45) warga Kecamatan Kedawung Kabupaten Cirebon merasa kecewa. Pasalnya niat untuk mengganti KTP nya yang rusak menjadi batal. Karena ternyata layanan tersebut diperuntukan bagi warga Kota Cirebon saja.
“Pagi Jam 7 saya sudah ada di Grage, ternyata ini hanya buat warga kota saja. Saya harap Pemkab Cirebon juga bisa membut kegiatan seperti ini,” tandasnya. (Sakti)













































































































Discussion about this post