KOTA CIREBON, (FC).- Taman Krokot Sabrang Lor adalah kegiatan pemberdayaan ekonomi, berupa berkebun warga Sabrang Lor Desa Gegesik Lor Kecamatan Gegesik Kabupaten Cirebon, sebagai kepedulian terhadap lingkungan.
Wadah ini juga bergerak dalam memperjuangkan isu-isu hak-hak wanita dan buruh migran.
Taman Krokot Sabrang Lor menggelar seminar ekonomi keluarga dan feminist participatory action research, bertempat di sebuah hotel di jalan Siliwangi Kota Cirebon, Rabu (24/11).
Pengurus Taman Krokot Sabrang Lor sekaligus moderator seminar Siska Devi Fitriani menyampaikan, pihaknya melakukan penelitian atau riset terhadap kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan.
Terutama terhadap perempuan eks pekerja migran. Pasalnya merekalah yang banyak ditemui berbagai kasus kekerasan.
“Dengan riset ini bisa membedah kasus yang merugikan kaum perempuan. Dibalik itu, kita membangkitkan semangat kritis perempuan terhadap perlakuan kekerasan yang diterimanya,” jelasnya kepada FC.
Dengan waktu penelitian selama 10 bulan, pihaknya juga melakukan pendampingan terhadap perempuan korban kekerasan.
Kekerasannya sendiri berupa perdagangan manusia, KDRT majikan dan kekerasan finansial karena gaji tidak dibayar atau tidak sesuai dengan ketentuan oleh majikannya.
“Terhadap eks perempuan buruh migran, kita berdayakan untuk menjual pohon krokot dan hasil turunannya secara online. Sehingga perekonomiannya bisa membaik dan tidak lagi berangkat untuk menjadi buruh migran, “ ungkapnya.
Siska berharap, dengan riset dan seminar ini dapat menumbuhkan pemikiran kritis kaum perempuan terhadap hak-haknya. Dan juga kritis bila terjadi kekerasan yang menimpanya, untuk dilaporkan. (Agus)


















































































































Discussion about this post