KUNINGAN, (FC).- Walaupun belum begitu besar pengaruh pemberlakuan PPKM Darurat pada usaha budidaya ikan air tawar di Kabupaten Kuningan, namun tetap saja berimbas pada menurunnya tingkat penjualan benih ikan secara umum.
Pemilik usaha budidaya ikan air tawar Widara Mandiri Farm di Desa Widarasari Kecamatan Kramatmulya, Sanusi Heryanto mengatakan, budidaya ikan yang sudah ia tekuni sejak 2014 ini belum mengalami pengaruh yang besar akibat dampak pemberlakukan PPKM Darurat.
“Alhamdulillah masih berjalan pengaruhnya tidak terlalu besar, masalahnya hanya di oksigen yang langka,” ujar Sanusi, Selasa (13/7).
Sanusi memiliki puluhan kolam pembudidayaan bibit ikan. Dalam 1 tahun mampu menghasilkan bibit ikan yang berkualitas 4 sampai 5 juta ekor.
Ia mengaku dalam satu bulan masih melakukan pengiriman untuk benih sekitar 700 ribu ekor, dan untuk ikan konsumsi serta bibit tanggung sekitar 1-2 ton.
“Kalau lagi normal per bulan benih bisa 1-2 juta ekor, margin keuntungan selama PPKM Darurat ini menurun sekitar 20 persen,” ujarnya.
“Widara Mandiri Farm sendiri melakukan pembibitan beberapa jenis ikan, terdiri dari ikan lele, gurame, nila, bawal dan koi. Biasanya didistribusikan ke beberapa daerah seperti Cikijing, Majalengka, Cirebon, Subang dan Purwakarta,” tambahnya.
Dengan adanya pembatasan dan penyekatan jalan selama PPKM Darurat berlangsung pihaknya harus pintar-pintar mengatur jadwal pengiriman agar tidak ada kendala di jalan saat pengiriman.
“Hanya merubah jadwal kiriman, ya kita atur jadwalnya sebisa mungkin,” jelasnya.
Sanusi berharap pandemi segera berakhir, dan usaha yang dijalankannya bisa kembali normal seperti biasanya. “Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan dan terlindung dari Covid-19,” pungkasnya. (Bambang)












































































































Discussion about this post