KAB. CIREBON, (FC).- Ketua Panitia Penyelenggara Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Golkar Kabupaten Cirebon, Teguh Rusiana Merdeka memastikan pelaksanaan Musda akan digelar pada bulan Januari 2021 ini.
Namun pihaknya belum bisa memastikan tanggal berapa pelaksanaan Musda tersebut.
Teguh mengatakan, saat ini panitia masih berkoordinasi dengan DPD Provinsi Jawa Barat terkait dengan pelaksanaan Musda.
Sampai saat ini, panitia masih belum mendapatkan jawaban atupun arahan dari DPD Provinsi tentang kapan akan dilaksanakan Musda.
“Masih menunggu arahan dari Provinsi, kalau kami sudah mengusulkan tanggal pelaksanaan yaitu tanggal 8 Januari 2021 besok. Tapi karena sampai saat ini belum ada petunjuk, dan sepertinya untuk tanggal 8 tidak memungkinkan,” kata Teguh kepada FC saat ditemui diruang kerja Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Selasa (5/1).
Masih dikatakan Teguh, dirinya bersama dengan Stering Comite (SC) dan Organityng Comite (OC) terus berkoordinasi untuk merampungkan semua rangkaian acara dan juga Tata tertib Musda.
Dikatakannya, hampir setiap hari, terus menyusun hal itu semua.
“Kami terus berkoodinasi dengan yang lain, kalau berbicara Tatib itu ranahnya ada pada SC. Kalau saya selaku Penyelenggara hanya mengkoordinir SC dan OC,” ujar Teguh.
Saat disinggung terkait dengan dukungan dari beberapa Pengurus Kecamatan (PK) Golkar kepada dirinya untuk maju menjadi kandidat Ketua DPD Golkar Kabupaten Cirebon Teguh mengaku siap.
Menurutnya, sebagai kader partai, tentunya harus siap jika memang dipercaya oleh seluruh Kader dan pengurus.
“Semua kader memiliki hak dan kesempatan yang sama, jika memang saya dipercaya ya kenapa tidak. Tapi tentunya saya juga tetap lebih mengedepankan musyawarah,” ungkap Teguh.
Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon ini melanjutkan, selama kader tersebut memenuhi syarat pencalonan yang ditetapkan, tentunya tidak ada yang melarang dan diperbolehkan untuk mengikuti kompetisi pemilihan Ketua DPD.
Dikatakanya, jika melihat dari AD/ART dan juga Perturan Organiasasi (PO), syarat untuk menjadi calon Ketua DPD Golkar, harus mengantongi 30 persen dari total suara.
Dengan persyaratan tersebut, ia memprediksi bahwa jumlah Calon yang akan maju pada Musda mendatang hanya 3 calon.
“Syaratnya punya dukungan 30 persen dari jumlah suara, total suara ada 46. Jadi kemungkinannya kalaupun terjadi kompetisi pasti calonnya hanya ada 3,” tutur Teguh.
Namun Teguh menjelaskan, semua kader Partai Beringin akan tetap Fatsun terhadap hasil Musyawarah.
Hal tersebut bertujuan, untuk menjaga Soliditas Partai dan menghindari perpecahan didalam tubuh Partai itu sendiri.
“Kalau hasil Musyawarah Partai memutuskan dan mengerucut kepada satu nama, saya rasa semua akan patuh terhadap hasil Musyawarah tersebut,” tandas Teguh.
Ditempat yang sama, Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Cirebon, Anton Maulana mengaku akan fatsun dan patuh terhadap keputusan partai.
Jika memang dalam Musda tersebut menghasilkan Ketua DPD secara aklamasi, pihaknya akan mendukung apapun hasil dari Musda tersebut.
“Kami mah fatsun saja terhadap hasil dari Musyawarah, jika harus aklamasi ya kenapa tidak,” ujarnya.
Anton melanjutkan, sebagi Kader Partai Golkar yang berasal dari Organ Sayap Kosgoro, dirinya akan mendukung penuh, apabila ada Kader Kosgoro yang maju sebagai Calon Ketua DPD.
“Saya ini orang Kosgoro, kalau ada kader Kosgoro yang maju pasti akan kita dukung,” pungkasnya. (Muslimin)















































































































Discussion about this post