Oleh: Arindisa
Mahasiswa Ilmu Politik Universitas Brawijaya
Dalam program ILC (Indonesia Lawyer Club) yang membahas terkait pernyataan dari kepala badan pimpinan Ideologi Pancasila yaituProfesor Doktor KH. Yudian Wahyudi yang menyatakan Agama Musuh Terbesar Pancasila. Kemudian ia mengklarifikasi maksudnya, dikarenakan pernyataan tersebut menimbulkan berbagai macam polemik dan kontroversi. Secara garis besar menurutnya agama merupakan musuh besar Pancasila karena pemikiran-pemikiran radikal orang-orang tertentu yang sering menghadapkan Pancasila dengan agama karena pemikiran mereka yang sempit dan ekstrim. Padahal menurutnya Agama dan Pancasila berjalan secara beriringan dan saling mendukung antara satu dengan yang lainnya.
Hal tersebut mendapat tanggapan dari berbagai tokoh masyarakat. Haedar mengatakan agama adalah positif untuk Pancasila, dikarenakan sudah tertera dalam Pancasila sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, artinya Indonesia merupakan negara ber-Tuhan yang harus ber-Tuhan. Jangan mempertentangkan agama dengan Pancasila, begitupun sebaliknya. Dan diperkuat oleh pernyataan dari Gus Yaqut yang mengatakan bahwa Pancasila adalah jalan kemaslahatan hidup berbangsa dan mampu menengahi berbagai macam permasalahan, jadi jangan membenturkan agama dengan Pancasila yang akan menjadikan Pancasila sebagai musuh Bersama. Menurut pendapat dari berbagai tokoh tersebut, pernyataan dari Yudian Wahyudi akan menimbulkan adanya dukungan terhadap para penentang Pancasila.
Opini saya mengenai Agama dan Pancasila, Seharusnya antara Pancasila dan Agama tidak perlu dipertentangkan karena sudah jelas Pancasila sebagai Ideologi yang membawa kemaslahatan bagi bangsa dan negara, Pancasila sudah dirancang dengan sedemikian rupa sesuai dengan kondisi bangsanya dan dijadikan sebagai pedoman dalam berbangsa dan bernegara. Dalam Pancasila sudah jelas Ketuhana YME diletakan pada sila pertama yang menjadi prioritas hidup dalam berbangsa dan bernegara. Hal tersebut juga sudah dijelaskan dalam butir-butir Pancasila, terutama butir-butir Pancasila sila ke-1 yaitu: 1. Bangsa Indonesia percaya dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa; 2. Manusia Indonesia percaya dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab; 3. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antara pemeluk agama dan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa; 4. Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa; 5. Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan YME adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dan Tuhan YME; 6. Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing; 7. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan YME kepada orang lain.
Dalam Pancasila, negara memiliki peranan penting dalam pembangunan sector agama (esensi dari sila pertama). Nilai-nilai Pancasila sejatinya menciptakan tata keadaban public, menurut Antonius Benny Staff Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP “nilai-nilai Pancasila sebagai pemandu kehidupan bersama dalam menciptakan tata keadaban public. Sementara tata keadaban public menjadi acuan dalam merawat Bhineka Tunggal Ika.” Pancasila justru menjadi perekat persatuan bangsa dibawah panji Bhineka Tunggal Ika, Pancasila sudah menjadi keputusan akhir sebagai ideologi dan jalan hidup berbangsa dan bernegara, Pancasila juga sudah diterima sebagai jalan tengah dalam menyatukan keberagaman beragama di Indonesia sampai saat ini.
Dari situ, Pancasila jelas tidak bertentangan dengan agama karena Pancasila mewajibkan setiap warga negara Indonesia harus menganut agama yang dipercayanya. Pancasila mewajibkan masyarakat Indonesia untuk Bertuhan. Untuk melindungi Pancasila, kita sebagai warga negara Indonesia harus turut serta aktif dalam upaya-upaya menjaga Pancasila sebagai dasar negara dan pedoman hidup bangsa Indonesia. Jangan sampai kita terpecah dan memperdebatkan Pancasila, jurtru seharusnya kita menjaga dan melindungi Pancasila dari agenda politik-politik identitas yang begitu dominan ingin merubah konstruksi politik Indonesia. jangan ganggu keberagaman dengan kebencian, jangan ganggu keramahan dengan kemarahan. Pahamilah negara kita Indonesia, karena keberagaman adalah sebuah anugrah yang diberikan kepada Indonesia. Jadi jika ada gerakan sekelompok Ormas agama tertentu yang bersikap radikal dan mengancam Pancasila jangan salahkan agamanya tetapi salahkan tindakannya. Dan jangan lagi memperdebatkan antara Agama dan Pancasila.
Jika Pancasila dipertentangkan dengan agama atau agama dianggap sebagai musuh terbesar Pancasila maka Pancasila itu akan lumpuh. Apabila sila pertama yang hakikatnya merupakan unsur terpenting bagi sila-sila berikutnya sudah tumbang maka seluruh isi Pancasila itu akan hampa, tidak mempunyai bentuk yang tentu. Yang tertinggal adalah kerangka Pancasila yang mudah sekali dipergunakan untuk penutup setiap langkah atau perbuatan yang tanpa sila, tidak berkesusilaan sama sekali.*










































































































Discussion about this post