KUNINGAN, (FC).- Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Islam Al-Ihya (Unisa) Kuningan mencatat sejarah baru. Untuk pertama kalinya, salah satu program studi di kampus tersebut berhasil meraih akreditasi “unggul”, predikat tertinggi dari Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Kesehatan (LAMPTKES).
Capaian ini diraih setelah melalui asesmen lapangan pada 14–17 April 2026, sekaligus menjadi yang pertama dari total 14 program studi di lingkungan Unisa Kuningan.
Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan, Alfiani Rizqi, menyebut raihan tersebut sebagai hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika.
“Alhamdulillah, ini bukan hanya kebanggaan, tetapi juga motivasi besar bagi kami untuk terus menjaga dan meningkatkan mutu tridarma perguruan tinggi,” ujarnya, Sabtu (2/5).
Menurutnya, keberhasilan ini tidak terlepas dari konsistensi dalam penguatan kualitas pembelajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.
Meski telah meraih predikat tertinggi, Alfiani menegaskan bahwa tantangan ke depan justru semakin besar.
“Status unggul ini bukan garis akhir, melainkan titik awal untuk melangkah lebih jauh dengan standar yang lebih tinggi,” tegasnya.
Ia menambahkan, capaian tersebut menjadi kado istimewa bertepatan dengan momentum Hari Pendidikan Nasional dan dies natalis Unisa Kuningan ke-12.
Ke depan, Prodi Kesehatan Masyarakat akan memperkuat kekhasan sebagai program studi berbasis desa melalui kolaborasi dengan desa binaan serta berbagai pemangku kepentingan.
Sementara itu, Rektor Unisa Kuningan, Nurul Iman Hima Amrullah, menilai keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa perguruan tinggi di daerah memiliki daya saing tinggi.
“Ini hasil kerja bersama yang luar biasa. Kami optimistis kualitas pendidikan di Kuningan mampu bersaing, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional,” ujarnya.
Capaian ini diharapkan menjadi pemicu bagi program studi lain di Unisa Kuningan untuk terus meningkatkan kualitas, sekaligus memperkuat posisi kampus sebagai salah satu perguruan tinggi unggulan di daerah. (Angga)













































































































Discussion about this post