KUNINGAN, (FC).- Sekolah Pascasarjana (SPs) Universitas Kuningan (Uniku) terus memperkuat langkah menuju kancah internasional. Terbaru, SPs Uniku resmi menjalin kerja sama strategis dengan AIMS Institute Somalia melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoA) dan Implementation Agreement (IA), Sabtu (2/5).
Tak sekadar seremoni, kolaborasi ini langsung diwujudkan dalam berbagai program konkret, mulai dari Focus Group Discussion (FGD), workshop, joint research, visiting lecturer hingga pengabdian kepada masyarakat (PkM).
Direktur SPs Uniku, Yeyen Suryani, menegaskan pentingnya sinergi antara dunia akademik dan praktik profesional di tengah dinamika global.
“Perkembangan teknologi, persaingan global, dan tuntutan keberlanjutan organisasi membuat sumber daya manusia menjadi kunci utama. Karena itu, hubungan antara riset akademik dan praktik profesional harus terus diperkuat,” ujarnya.
Ia berharap kerja sama tersebut tidak berhenti pada dokumen formal, melainkan berkembang menjadi program nyata yang berdampak luas.
“Penelitian bersama sangat penting untuk menghasilkan inovasi, publikasi ilmiah, serta solusi atas berbagai tantangan organisasi saat ini,” katanya.
Kegiatan yang dipusatkan di Aula SPs Uniku itu dihadiri langsung Rektor Uniku, Anna Fitri Hindriana, Wakil Rektor III Agus Yadi Ismail, serta Direktur AIMS Institute Somalia, Abdisamad A Omar.
Rektor Uniku, Anna Fitri Hindriana, menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama internasional tersebut.
“Ini merupakan kehormatan dan kebanggaan bagi kami. Kami menyampaikan terima kasih atas kehadiran beliau di kampus Uniku,” tuturnya.
Menurutnya, kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem pendidikan dan penelitian berorientasi global.
“Kesepakatan ini merepresentasikan visi dan komitmen bersama untuk membangun kolaborasi global yang kuat dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan profesional,” jelasnya.
Melalui kemitraan ini, Uniku membuka peluang lebih luas untuk pertukaran akademik, riset kolaboratif, hingga pengembangan kapasitas sumber daya manusia.
“Kami yakin kerja sama ini akan menghasilkan inovasi dan pengetahuan yang berdampak nyata bagi masyarakat,” pungkasnya. (Angga)











































































































Discussion about this post