KAB.CIREBON, (FC).- Turnamen bola voli bertajuk Cibogo Legacy Cup kembali digelar di Desa Cibogo, Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon, Sabtu (2/5). Ajang ini diikuti 14 tim dari berbagai daerah, termasuk dari Kabupaten Kuningan dan Brebes, serta mendapat sambutan antusias masyarakat.
Kuwu Cibogo, Ahmad Hudlori, menegaskan turnamen ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antar pecinta bola voli sekaligus menjaring bibit atlet potensial.
“Turnamen ini untuk silaturahmi voli mania, memberikan hiburan kepada masyarakat, sekaligus mencari bibit pemain berbakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut sepenuhnya didanai oleh panitia Legacy. Meski demikian, pihaknya berharap dukungan lebih lanjut dari pemerintah daerah, khususnya melalui dinas terkait olahraga, agar pembinaan di tingkat desa dapat terus berjalan.
Menurutnya, pembinaan atlet di Desa Cibogo sudah dilakukan sejak dini, mulai dari tingkat SD hingga remaja. Turnamen voli sendiri rutin digelar tiga kali dalam setahun, yakni awal tahun, Agustus, dan akhir tahun dengan dukungan dana desa.
“Antusias masyarakat sangat luar biasa. Meski hadiah tidak besar, semangat peserta tetap tinggi,” tambahnya.
Adapun total hadiah yang diperebutkan relatif sederhana, yakni Rp750 ribu untuk juara pertama, Rp500 ribu juara kedua, dan Rp250 ribu untuk juara ketiga, ditambah sertifikat serta souvenir.
Dalam partai final, tim Malahayu berhasil keluar sebagai juara pertama, sementara tuan rumah SKH Cibogo harus puas di posisi kedua.
Ahmad juga mengungkapkan, Desa Cibogo memiliki sejarah panjang di dunia bola voli. Salah satu putra daerah, Dadang, pernah menembus ajang Pekan Olahraga Daerah Jawa Barat dan menjadi inspirasi bagi generasi muda.
Namun, ia mengakui kendala ekonomi masih menjadi tantangan bagi para atlet muda untuk melanjutkan karier di dunia olahraga.
“Banyak yang setelah lulus sekolah memilih bekerja, sehingga sulit melanjutkan prestasi di bidang voli,” ungkapnya.
Melalui turnamen ini, diharapkan olahraga bola voli tetap hidup di tengah masyarakat serta mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi dari tingkat desa hingga ke jenjang yang lebih tinggi. (Nawawi)









































































































Discussion about this post