PLERED, (FC).- Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Cirebon kembali melakukan tes swab massal yang ketiga kalinya di kluster Plered, Kabupaten Cirebon.
Kepala Puskesmas Plered, dr Dewi Waskito Ningtiyas mengatakan, sesuai instruksi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, meskipun sudah dilakukan swab tes terhadap kontak erat kluster Plered dan hasilnya negatif semuanya, pihaknya tetap mengadakan swab tes massal yang ketiga kalinya.
“Swab ketiga yang dilakukan di depan kantor Desa Trusmi Kulon. Awalnya berdasarkan penelusuran kasus ke-42 sudah dilakukan swab terhadap 22 orang dan hasilnya 16 positif, kemudian kemarin Minggu kita sudah lakukan swab test terhadap 120 orang dan hasilnya negatif semua, dan sekarang kita swab massal yang ketiga dengan target 500-1000 orang,” kata Dewi kepada wartawan disela-sela pemantauan tes swab massal, Selasa (28/7)
Dijelaskan Dewi, sasaran sebanyak 120 orang kemudian 8 orang susulan merupakan benar-benar kontak erat dengan ke-16 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19.
“Karena ada yang belum ter-Swab maka hari ini (kemarin,‐red) ada susulan, hari ini ada 40 orang yang kontak langsung dengan yang positif, setelah ditelusuri ternyata ada lagi yang kontak erat. Tetapi alhamdulillah masyarakat sini kooperatif dan mau mengikuti swab test massal,” kata Dewi.
Menurut Dewi, dari target 500-1000 orang yang akan diambil swab test secara massal untuk tiga desa di Kecamatan Plered, hingga Selasa sore sebanyak 141 orang yang sudah diambil swab test. “Jadi totalnya 291 orang sudah dilakukan swab,” tambahnya.
Masih dikatakan Dewi, rencananya karena masih banyak yang merasa interaksi dengan yang positif dan wilayah yang padat penduduk, maka pihaknya akan melakukan swab test massal kembali.
“Besok (hari ini,-red) kita akan lakukan swab lagi. Dihimbau untuk warga di tiga desa ini untuk tetap dirumah saja. Ketika keluar rumah pakailah masker dan selalu jaga jarak,” tukasnya. (Ghofar)














































































































Discussion about this post