KAB.CIREBON, (FC).- Badan Gizi Nasional (BGN) memperkuat pengawasan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna memastikan keamanan pangan dan efisiensi anggaran.
Penguatan dilakukan melalui pembenahan tata kelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah.
Wakil Ketua SPPI, Samsul Rizal, mengatakan terdapat tiga program utama yang menjadi prioritas, yakni penguatan tata kelola, keamanan pangan, dan efisiensi anggaran.
“Kami ingin meningkatkan kualitas layanan dapur di daerah agar memberikan manfaat maksimal, baik bagi anak sekolah maupun ketahanan pangan daerah,” ujar Samsul, Rabu (8/4).
Menurutnya, aspek keamanan pangan diperkuat melalui program pengawasan terpadu “Jaga Dapur MBG” yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari kejaksaan, sekolah, guru, hingga siswa.
“Pengawasan ini melibatkan semua elemen agar pelaksanaan program berjalan sesuai ketentuan,” katanya.
BGN juga melakukan efisiensi anggaran dengan menyesuaikan hari operasional program. Sejak 1 April, kegiatan dilaksanakan lima hari dalam sepekan, kecuali sekolah dengan sistem enam hari belajar. Kebijakan ini diperkirakan menghemat anggaran hingga Rp20 triliun.
Samsul menegaskan, masyarakat dapat ikut mengawasi pelaksanaan program melalui aplikasi “Jaga Dapur MBG”.
“Jika ada SPPG yang tidak menjalankan pelayanan dengan baik, masyarakat bisa melaporkan,” tegasnya.
Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon mencatat terdapat 248 SPPG yang telah dibangun. Dari jumlah tersebut, 207 unit sudah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), sementara sisanya masih dalam proses.
Kasi Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Dedi Supriyatnataris, mengatakan pihaknya juga tidak segan mencabut sertifikat jika ditemukan pelanggaran.
“Kami pernah mencabut SLHS salah satu SPPG karena tidak sesuai standar, sehingga berisiko terhadap keamanan pangan,” ujarnya.
Di sisi lain, Ketua Yayasan Mualahudi Makayasa, Romandina Patrian Ningrum, menyatakan SPPG Jamblang II siap beroperasi dan mulai mendistribusikan makanan ke sekolah pada pekan depan.
Distribusi tahap awal menyasar dua sekolah, yakni SDN 1 Jamblang dan SMKN 1 Jamblang, dengan kapasitas 1.500 penerima manfaat.
Jumlah tersebut ditargetkan meningkat menjadi 2.500 penerima pada bulan berikutnya.
“Secara kesiapan, SPPG Jamblang II sudah sesuai dengan juknis BGN dan siap beroperasi,” pungkasnya. (Johan)














































































































Discussion about this post