KUNINGAN, (FC).- Suasana sahur di rumah seorang warga Lingkungan Ciketung RT 06/08, Kelurahan Winduhaji, mendadak berubah panik setelah seekor ular tiba-tiba muncul dari bawah kompor gas, Minggu (1/3) sekitar pukul 03.00 WIB.
Kepala UPT Damkar Kabupaten Kuningan, Andri Arga Kusumah, mengatakan laporan diterima dari pemilik rumah, Roni (48), yang segera menghubungi petugas setelah kejadian tersebut.
“Laporan masuk pukul 03.00 WIB. Pukul 03.05 WIB tim langsung berangkat dan tiba di lokasi sekitar 03.10 WIB. Penanganan selesai pukul 03.20 WIB. Alhamdulillah situasi dapat dikendalikan dengan cepat,” ujar Andri.
Peristiwa bermula saat istri Roni hendak menggoreng telur untuk sahur. Tiba-tiba seekor ular terlihat keluar dari bawah kompor gas.
Karena terkejut dan ketakutan, ular tersebut kembali masuk ke bagian bawah kompor, membuat penghuni rumah khawatir akan keselamatan mereka.
Empat anggota piket Regu 3 dari UPT Damkar diterjunkan menggunakan satu unit kendaraan operasional (KR4 RR).
Dalam waktu sekitar lima menit, petugas berhasil mengevakuasi ular jenis coros dari dalam kompor tanpa menimbulkan korban jiwa maupun kerugian material.
“Keberadaan ular di area dapur, apalagi dekat kompor gas, tentu sangat berbahaya. Jika tidak segera ditangani, bisa mengancam keselamatan penghuni rumah dan warga sekitar,” tegasnya.
Ia menambahkan, penanganan tersebut merupakan bagian dari tugas Damkar dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat, sebagaimana diatur dalam Peraturan
Daerah Kabupaten Kuningan tentang Ketertiban Umum dan Ketentraman serta Pencegahan dan Penanggulangan Bahaya Kebakaran.
Pihak Damkar mengimbau masyarakat agar tidak mencoba menangani sendiri apabila menemukan hewan liar berbahaya di dalam rumah.
“Kami siaga 24 jam. Segera hubungi petugas agar penanganan bisa dilakukan secara aman dan cepat,” pungkas Andri. (Angga)














































































































Discussion about this post