MAJALENGKA, (FC).– Ribuan pengunjung memadati kawasan wisata alam Situ Cipanteun, yang berlokasi di Desa Gunungkuning, Kecamatan Sindang Kabupaten Majalengka, Senin (16/2), di tradisi munggahan dalam menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah.
Acara munggahan semakin meriah dengan kehadiran sejumlah tokoh publik di lokasi wisata Situ Cipanten tersebut.
Presenter dan pecinta satwa Irfan Hakim hadir bersama pengusaha koi asal Bandung, Hartono Soekwanto, serta ahli reptil Panji Petualang. Kehadirannya menjadi magnet bagi masyarakat yang sejak pagi telah memadati area danau legendaris tersebut.
Agenda utama kegiatan yakni melakukan pelepasan terhadap ratusan ikan koi berukuran besar ke Situ Cipanten. Ikan yang ditebar itu merupakan bagian dari koleksi pribadi Irfan Hakim, sekaligus kelanjutan dari aksi penebaran ribuan koi yang telah dilakukan sebelumnya oleh pengusaha asal Kota Bandung, Hartono Soekwanto.
Irfan menuturkan, kegiatan ini menjadi momen silaturahmi sekaligus ajakan menjaga kelestarian lingkungan. Sekaligus hal dalam rangka menyambut tradisi munggahan, yang dikemas dengan kegiatan positif yang memberi dampak ekologis dan sosial.
“Alhamdulillah kami bisa hadir pada hari ini di tempat wisata Situ Cipanteun yang begitu indah serta airnya jernih dan alami,” ujar Irfan Hakim.
Selain kedua tokoh publik tadi, Panji Petualang turut hadir dan memberikan edukasi singkat kepada pengunjung mengenai pentingnya menjaga ekosistem air serta cara berinteraksi aman dengan satwa. Antusiasme warga terlihat saat sesi edukasi berlangsung.
Hartono Soekwanto menilai kualitas air Situ Cipanten sangat baik untuk pertumbuhan koi. Danau ini dikenal memiliki sumber mata air alami yang menjaga kejernihan dan kestabilan suhu air sepanjang tahun.
“Danau ini sungguh luar biasa indahnya, mari kita jaga ekosistim Situ Cipanten ini, agar ikan ikannya berkembang biak dan menjadi destinasi wisata bagi Kabupaten Majalengka,” ujar Hartono.
Ribuan pengunjung tampak antusias mengikuti rangkaian acara, termasuk berfoto dan berinteraksi dengan para tokoh yang hadir.
Tradisi munggahan tahun ini tidak hanya menjadi ajang kebersamaan menjelang Ramadan, tetapi juga momentum kampanye pelestarian lingkungan berbasis partisipasi publik.
Kehadiran figur publik dinilai mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian wisata alam kebanggaan Majalengka. (Munadi)













































































































Discussion about this post