KAB. CIREBON, (FC).- Kondisi alat-alat berat yang dimiliki Balai Besar Wilayah Sungai ( BBWS) Cimanuk- Cisanggarung ( Cimancis) saat ini dinilai tidak memadai.
Kondisi ini menyebabkan banyaknya permintaan normalisasi sungai di wilayah kerja BBWS Cimancis menjadi terhambat.
Hal tersebut diungkapkan kepala BBWS Dwi Agus Kuncoro saat survai lokasi sungai Selopenganten di Desa Citemu, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Rabu (29/7/2025).
Menurutnya, dari 12 unit alat berat yang ada, hanya 8 unit yang masih layak untuk beroperasi. Sementara 4 di antaranya alami kerusakan sedang hingga berat.
“Alat berat yang kami miliki banyak yang sudah berumur tua dan harus adanya pembaharuan, karena alat berat tahun 2006 saat ini masih beroperasi, ” katanya.
Diakuinya, alat berat yang sudah berumur tua atau sudah uzur menjadi salah satu yang penyebab terhambatnya usulan dari masyarakat terkait normalisasi sungai di wilayah kerjanya.
Dwi Agus menyebut, dengan jumlah 25 sungai yang tersebar di berbagai daerah di wilayah kerja BBWS, tentunya membutuhkan jumlah armada alat berat dan operator yang memadai.
Dengan jumlah yang ada saat ini tentunya ini tidak ideal dalam menangani permasalahan sungai.
“Sekarang dengan 8 alat berat yang beroperasi dan 8 operator ini menjadikan dilema disaat banyak permintaan normalisasi sungai, kalau ideal satu sungai satu alat berat, ” tandasnya.
Selain itu kebutuhan yang sangat urgent dalam menangani permasalahan sedimentasi sungai di wilayah kerjanya, BBWS membutuhkan alat berat berupa alat berat eksavator amfibi kecil hingga berukuran besar.
“Kami sangat membutuhkan amfibi karena banyak pendangkalan sungai berada di hilir, tentunya alat berat eksavator amfibi terbilang cocok mengatasi permasalahan tersebut, ” jelasnya.
Ia pun berharap adanya regenerasi alat berat yang ada di BBWS Cimancis, karena dengan usia lebih kurang 20 tahun jelas ini menghambat efektifitas pengerjaan normalisasi yang dilakukannya.
Dwi Agus pun menegaskan, selain alat berat yang sudah terbilang uzur kendala adanya efesiensi anggaran dari pemerintah pusat sedikit banyaknya turut mempengaruhi efektifitas kinerja BBWS Cimancis.
” Efesiensi anggaran pun turut berperan aktif menjadi kendala, biaya perawatan alat berat, belum lagi untuk biaya operasional, jadi kami harus benar benar selektif dalam penggunaan anggaran yang ada, agar tidak menghambat pelayanan kepada masyarakat,”pungkasnya. (Nawawi)















































































































Discussion about this post