KOTA CIREBON, (FC).- Walikota Cirebon Nashrudin Azis, usai pelaksanaan apel deteksi dini pelayanan tes urin dalam rangka pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba oleh tim terpadu (P4GN) di halaman Balai Kota Cirebon, Senin (1/10), melakukan test urin.
Hal ini dilakukannya, beserta ratusan penyelenggara negara dari pejabat eselon dua dan tiga di Lingkungan Pemkot Cirebon mengikuti tes urin. Tes urin sebagai bentuk dukungan terhadap penyelenggara negara yang bersih dan bebas narkoba.
”Tes urin ini digelar untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa peperangan melawan narkoba menjadi tanggung jawab seluruh komponen bangsa. Termasuk penyelenggara pemerintahan di lingkungan Pemkot Cirebon, yang selama ini konsisten untuk memerangi dan mengajak masyarakat tidak terjerat narkoba,” tegasnya.
Melalui tes urin ini, lanjut Azis, merupakan bukti nyata dukungan penyelenggara pemerintahan untuk memerangi narkoba. Dan ini membuktikan pemkot tidak hanya mendukung anti narkoba dengan kata-kata, namun juga dengan perbuatan.
Jika ditemukan adanya ASN yang usai tes urin dinyatakan positif akan dilakukan sejumlah tahapan. Mereka akan diwawancara obat apa yang diminum beberapa hari sebelumnya.
Jika memang obat itu atas resep dokter tentu tidak masalah. Namun kalau ada atas inisiatif sendiri, tentu akan ditindaklanjuti dan didalami.
Tes laboratorium dan tim analis akan mengetahui apakah obat yang dikonsumsi termasuk pemanfaatan atau penyalahgunaan.
Pada kesempatan itu, Azis juga mengajak kepada seluruh elemen di Kota Cirebon untuk bersama-sama menyatakan perang terhadap narkoba. UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan Instruksi Presiden No 2 tahun 2020 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap narkoba dan Prekursor Narkotika tahun 2020-2024 atau lebih dikenal dengan RAN P4GN, merupakan komitmen pemerintah untuk menjalankan mandat konstitusi. Yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.
Sementara itu Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Buntoro Tirto menjelaskan, penyelenggara pemerintahan yang menjalani tes urin hari ini terdiri dari pejabat eselon dua dan eselon tiga dengan jumlah 164 orang.
Bahkan Walikota Cirebon sendiri juga turut mengikuti tes. Tes urin digelar di hari awal kerja atau setelah libur, sebagai bentuk komitmen kepada masyarakat bahwa aparat pemerintahan di Kota Cirebon bersih dan bebas narkoba.
“Tes urin untuk pejabat eselon empat dan pelaksana, segera dilakukan melalui koordinasi dengan BNN Kota Cirebon, untuk ketersediaan alat,” imbuhnya.
Sementara itu Kepala BNN Kota Cirebon AKBP Budi Bakhtiar menjelaskan, BNN lebih mengutamakan rehabilitasi. Jika nanti ditemukan ada ASN yang positif maka terlebih dahulu akan diwawancara atau diasesmen, yang bersangkutan positif karena apa. Kalau memang karena pengobatan, tentu tidak masalah. Yang jadi masalah itu penyalahgunaan.
“Kami juga ucapkan terima kasih kepada Walikota Cirebon, sehingga kegiatan tes urin ini dapat terselenggara. Tes urin ini merupakan upaya pendeteksian dini,” tandasnya. (Agus)











































































































Discussion about this post