KOTA CIREBON, (FC).- Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Cirebon memeriahkan peringatan Hari Kartini 2026 dengan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dikemas secara istimewa.
Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap bulan ini kali ini disesuaikan dengan momentum Hari Kartini sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan perempuan Indonesia.
Kepala DKPPP Kota Cirebon, Elmi Masruroh menjelaskan, pelaksanaan GPM di bulan April sengaja bertepatan dengan Hari Kartini 2026.
“GPM ini memang rutin kami laksanakan setiap bulan. Kebetulan bulan April bertepatan dengan Hari Kartini, jadi kami gelar sekaligus untuk memperingati momen kelahiran ibu kita Kartini,” ujarnya, Selasa (21/4).
Secara umum, komoditas pangan yang disediakan dalam GPM di Kota Cirebon kali ini tetap lengkap seperti biasanya.
Namun, nuansa perayaan tampak berbeda dengan keterlibatan panitia perempuan yang mengenakan kebaya.
Hal tersebut menjadi simbol representasi sosok Kartini masa kini yang tetap berperan aktif dalam berbagai sektor, termasuk ketahanan pangan.
Lebih lanjut, Elmi menekankan pentingnya peran perempuan, khususnya ibu rumah tangga, dalam menjaga ketahanan pangan keluarga.
Menurutnya, ibu merupakan penentu utama dalam pemilihan dan penyediaan makanan bagi keluarga.
“Ibu-ibu harus mampu menyediakan makanan yang B2SA, yaitu beragam, bergizi, seimbang, dan aman. Terutama bagi ibu muda yang memiliki anak kecil, kebutuhan gizi seperti protein sangat penting untuk tumbuh kembang anak,” lanjutnya.
Dalam kegiatan tersebut, DKPPP Kota Cirebon juga menghadirkan “pojok stunting” sebagai upaya pencegahan stunting pada anak.
Melalui program GPM di Kota Cirebon ini, masyarakat mendapatkan bantuan pangan berupa telur dan ikan untuk anak-anak yang terindikasi stunting.
Selain itu, ibu-ibu juga diedukasi agar dapat mengolah dan mengenalkan makanan bergizi kepada anak sejak dini.
Elmi juga mengingatkan bahwa makanan bergizi tidak selalu harus mahal.
Sumber protein seperti telur, daging ayam, tempe, dan tahu dinilai cukup terjangkau namun memiliki nilai gizi tinggi.
“Ibu-ibu muda sebagai Kartini masa kini harus cerdas dalam memilih bahan makanan. Yang penting bergizi dan disukai anak, tidak harus mahal, tetapi tetap terjangkau,” paparnya.
Melalui kegiatan ini, Elmi berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya perempuan, dalam menjaga ketahanan pangan keluarga sekaligus mendukung upaya peningkatan gizi masyarakat di Kota Cirebon.
“Yang pasti meningkatkan kesadaran masyarakat khusus nya perempuan dalam menjaga ketahanan pangan keluarga untuk mendukung peningkatan gizi,” pungkasnya. (Agus)











































































































Discussion about this post