KAB. CIREBON, (FC).- Pengurus PGRI Cabang Kecamatan Pasaleman menggelar Konferensi Cabang PGRI Kecamatan Pasaleman Masa Bakti XII. Konferensi ini berlangsung di Ruang Pertemuan SMPN 1 Pasaleman, Kabupaten Cirebon, Rabu (16/12).
Kegiatan ini diikuti pengurus PGRI Cabang Pasaleman, Unsur Pimpinan Pengurus PGRI Kabupaten Cirebon, Pengurus Ranting PGRI se-Kecamatan Pasaleman dan Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan Pasaleman.
Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan Konferensi Cabang PGRI Kecamatan Pasaleman Ikhwanudin, mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menyampaikan laporan pertanggungjawaban pengurus masa bakti XXI, memilih kepengurusan baru dan menetapkan program kerja dengan masa bakti 2020-2025 dengan mengangkat tema “Melalui Konferensi Cabang Kita Wujudkan Peran PGRI Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Dan Kesejahteraan Guru Dikecamatan Pasaleman”.
Sasaran utamanya adalah pengurusan baru dengan penetapan program kerja yang akan dilaksanakan pada 2020-2025.
“Berharap kepada kepengurusan yang baru supaya bisa meningkatkan kinerja dan kualitas serta pemantapan sikap visi dan misi daripada PGRI Cabang Pasaleman ini,” kata Ikhwanudin.
Selain itu juga, ujar dia, bagaimana melirik bahwa tidak saja peningkatan kualitas SDM daripada guru itu sendiri tetapi bagaimana mentransfer ilmu yang mereka dapatkan kepada peningkatan karakter pendidikan anak bangsa khususnya di Kabupaten Cirebon dan terkhusus lagi bagaimana peningkatan mutu pendidikan di Kecamatan Pasaleman.
Ditambahkannya, konferensi Cabang PGRI Kecamatan Pasaleman ini dengan masa bakti 2020-2025, memprioritaskan peningkatan SDM tanpa melihat bahwa ada pembedaan atau pengkotak- kotakan ranting.
“PGRI itu sifatnya unitaristik, tanpa membedakan status, kedudukan, agama dan lainnya, tetapi melihat bagiamana kinerja setiap ranting itu sehingga mensupport dan mengangkat daripada peningkatan kompetensi baik itu daripada guru itu sendiri maupun peningkatan daripada prestasi anak didik kedepan,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua PGRI Cabang Pasaleman terpilih periode 2020-2025, Wahyo mengatakan, perjuangan organisasi PGRI ini masih panjang, banyak hal yang harus terus diperjuangkan, diantaranya bagaimana bisa mensejahterakan guru dan tenaga kependidikan, terutama yang Non ASN.
“Di kepengurusan baru ini diisi juga dari guru Non ASN, hampir berimbang,” kata Wahyo.
Kedepannya, kata dia, PGRI harus mampu menghadapi era digital, dengan meningkatkan kompetensi dan kapasitas guru.
“Di era revolusi industri 4.0 ini, guru harus bisa melek ilmu pengetahuan dan teknologi, sekarang sudah zaman digital,” pungkasnya. (Harun)
















































































































Discussion about this post