MAJALENGKA, (FC).– Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Majalengka melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung DewanPerwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Majalengka, Kamis sore (7/4).
Ketua Umum HMI Majalengka, Agi Muhlis Bahari mengatakan, tujuan melakukan aksi demo yakni menuntut tiga persoalan, yakni menolak kenaikan harga BBM, menolak kenaikan PPN menjadi 11 persen, serta menolak wacana Presiden tiga periode.
“Tanggal 1 April kemarin, pemerintah telah resmi menetapkan kenaikan harga BBM, itu melukai hati masyarakat,” ungkapnya.
Masih dikatakan Agi, pihaknya juga menolak kenaikan PPN 11 persen, karena hal tersebut berimbas pada naiknya harga-harga belanjaan.
“Dengan naiknya PPN maka naik juga harga bahan pokok lainnya, juga harga minyak goreng (Migor) yang mahal,” ujarnya.
HMI juga menolak wacana tiga periode jabatan Presiden, karena tidak sesuai dengan konstitusi dan ketentuan negara, jabatan Presiden maksimal dua periode.
“Kami menolak wacana jabatan Presiden 3 periode,” ungkapnya.
Aksi demo yang tadinya mau masuk ke halaman DPRD tidak jadi dilakukan. Alasannya sepi dan beranggapan sudah pada pulang.
Aksi HMI Majalengka kemudian berlanjut di bawah Patung Gedung Juang. Para mahasiswa ini membaca dan mendeklamasikan puisi dan beraksi teatrikal.
Pantauan FC, aksi yang dilakukan massa HMI Cabang Majalengka tersebut berjalan damai. Dimana dalam aksinya secara bergantian mereka menyampaikan aspirasinya kepada pemerintah agar setiap kebijakan haruslah pro terhadap rakyat. (Munadi)













































































































Discussion about this post