KUNINGAN, (FC).- Pencabutan laporan dugaan pencatutan identitas dalam kasus kepemilikan mobil mewah Ferrari senilai Rp4,2 miliar di Kabupaten Kuningan memunculkan tanda tanya publik.
Langkah tersebut dinilai belum menjawab persoalan terkait kepastian penegakan hukum dan keamanan sistem administrasi.
Pemerhati kebijakan publik, Dadan Satyavadin, menilai pencabutan laporan tidak serta-merta mengakhiri persoalan.
Menurut dia, kasus itu tidak bisa dipandang sebagai sengketa pribadi semata, melainkan menyangkut dugaan penggunaan identitas warga dalam sistem resmi.
“Ini bukan sekadar konflik individu. Ada data kependudukan yang digunakan, ada kendaraan bernilai besar, dan ada institusi yang melegitimasi menjadi dokumen sah. Pertanyaannya, bagaimana hal ini bisa terjadi?” ujarnya, Senin (20/4).
Dadan menegaskan, meski laporan telah dicabut, dugaan peristiwa hukum tetap perlu ditelusuri.
Ia mengingatkan penegakan hukum tidak semestinya bergantung pada keberlanjutan laporan korban, terutama jika perkara berpotensi menyentuh kepentingan publik yang lebih luas.
Sorotan juga diarahkan pada sistem administrasi kendaraan, khususnya proses verifikasi data di Samsat.
Ia mempertanyakan apakah mekanisme validasi telah berjalan sesuai prosedur atau terdapat celah yang memungkinkan penyalahgunaan identitas.
“Jika ini kelalaian, maka sistem kita bermasalah. Tapi jika ada peran oknum, maka ini menyangkut integritas institusi,” katanya.
Ia juga menyinggung kemungkinan faktor di balik pencabutan laporan yang belum diketahui publik, seperti adanya tekanan atau kondisi tertentu yang dihadapi pelapor.
Dalam situasi tersebut, menurut dia, negara tetap harus hadir untuk memastikan kebenaran terungkap.
Kasus ini dinilai menjadi pengingat bagi pemerintah daerah dan instansi terkait untuk memperkuat perlindungan data kependudukan serta meningkatkan pengawasan terhadap sistem administrasi.
“Kepercayaan publik tidak dibangun dari diamnya masalah, tetapi dari keberanian untuk mengungkapnya,” tegasnya.
Hingga kini, belum ada keterangan lebih lanjut dari pihak berwenang terkait tindak lanjut kasus tersebut setelah laporan dicabut.
Namun perhatian publik terhadap perkara ini diperkirakan masih akan terus bergulir menunggu kejelasan penanganannya. (Angga)










































































































Discussion about this post