KEJAKSAN, (FC).- Aliansi Rakyat dan Mahasiswa Cirebon menuntut pemerintah untuk menurunkan kenaikan harga BBM serta sejumlah kebutuhan pokok. Tuntutan tersebut disampaikan dalam aksi demonstrasi di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cirebon, Kamis (7/3).
Pantuan FC, Sempat terjadi aksi saling dorong antara massa dan petugas yang berjaga mengamankan demontrasi. Mahasiswa pun berhasil menjebol gerbang DPRD Kota Cirebon.
Koordinator aksi, Anindito Galih mengatakan, ada 5 poin tuntutan mahasiswa terhadap pemerintah, yang pertama, menolak kenaikan harga BBM, meminta DPRD Kota Cirebon untuk menstabilkan harga bahan pokok yang tengah melambung, menolak wacana 3 periode kepemimpinan Jokowi, menolak penundaan Pemilu, dan juga menstabilkan stok minyak di Kota Cirebon.
“Pemerintah wajib untuk menstabilkan harga bahan pokok demi kepentingan masyarakat,” katanya.
Galih melanjutkan, pihaknya juga menolak wacana penundaan Pemilu dan juga wacana 3 periode Presiden Joko Widodo.
“Jelas kami menolak, hal tersebut sudah dijelaskan dalam Undang-undang, bahwasannya presiden hanya boleh 2 periode saja, selain itu juga Pemilu dilakukan hanya 5 tahun sekali, tidak boleh ditunda,” paparnya.
Galih menilai wacana presiden 3 periode telah mencederai demokrasi yang sudah lama tertanam di jiwa masyarakat Indonesia.
“Hal ini terbukti dengan masih banyaknya masyarakat yang kesulitan untuk mencari bahan bakar, ditambah dengan harga bahan pokok yang terus melambung tinggi, ini sungguh menyusahkan masyarakat,” paparnya.
Dalam aksi demonstrasi sempat terjadi aksi dorong mendorong antara aparat kepolisian dengan mahasiswa, selain itu dikarenakan masa aksi tidak puas dengan kinerja DPRD Kota Cirebon mahasiswa berhasil menjebol gerbang DPRD Kota Cirebon. (Sakti)













































































































Discussion about this post