KOTA CIREBON, (FC).- Senin (20/4) adalah hari pertama pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang Sekolah Dasar (SD) di Kota Cirebon berlangsung berbeda dari biasanya.
Para murid mengikuti ujian berbasis digital menggunakan laptop, lengkap dengan token khusus, bahkan diawali dengan doa bersama yang menciptakan suasana khidmat di dalam kelas.
Pantauan di SDN Pesisir Kota Cirebon, Senin (20/4), memperlihatkan suasana kelas yang tertib dan rapi. Spanduk bertuliskan ‘Selamat Menempuh Tes Kemampuan Akademik (TKA)’ terpasang di bagian depan kelas.
Dua orang pengawas berseragam dinas tampak membagikan instruksi kepada para siswa yang duduk di depan laptop masing-masing. Tak lama kemudian, salah satu pengawas membacakan tata tertib dan arahan dari pengawas sebelum melaksanakan ujian.
Laptop yang digunakan merupakan bantuan perangkat TIK dengan spesifikasi seragam untuk menunjang pelaksanaan ujian berbasis digital. Para murid pun mulai mempersiakan diri menggunakan laptop.
Di layar proyektor, terlihat jelas token ujian bertuliskan ‘PTDVSL’ yang menjadi kunci akses peserta ke sistem ujian.
Secara umum, pelaksanaan TKA di SDN Pesisir berlangsung tenang dan tertib.
Kepala Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Barat, Komalasari, yang melakukan monitoring langsung di lokasi menjelaskan, bahwa TKA merupakan program nasional yang bertujuan memetakan kemampuan akademik siswa.
“Hari ini adalah hari pertama pelaksanaan TKA secara nasional, dan kami hadir di Kota Cirebon untuk memastikan pelaksanaannya berjalan lancar,” ujar Komalasari.
Selain memantau pelaksanaan TKA, pihaknya juga melakukan monitoring terhadap program prioritas kementerian, salah satunya terkait program revitalisasi.
Komalasari menjelaskan, TKA bertujuan untuk memetakan kemampuan akademik siswa di seluruh Indonesia, khususnya pada jenjang SD. Hasil pemetaan tersebut nantinya menjadi dasar dalam melakukan perbaikan kualitas pembelajaran.
“Melalui TKA ini, kita ingin melihat capaian akademik siswa, terutama pada mata pelajaran matematika dan Bahasa Indonesia yang mencerminkan kemampuan literasi dan numerasi,” jelasnya.
Lebih lanjut, hasil TKA juga akan dimanfaatkan sebagai salah satu komponen dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jalur prestasi. Nilai TKA akan dikombinasikan dengan nilai rapor sebagai penyeimbang dalam proses seleksi.
Meski demikian, Komalasari menegaskan, TKA tidak menjadi penentu kelulusan siswa. Penilaian kelulusan tetap sepenuhnya menjadi kewenangan sekolah.
“TKA ini bukan penentu kelulusan. Ini adalah salah satu bentuk asesmen dari pemerintah pusat, di samping penilaian yang dilakukan oleh sekolah,” tegasnya.
Dalam pelaksanaannya, BBPMP berperan aktif sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan. Mulai dari memastikan kesiapan sarana dan prasarana, koordinasi dengan Dinas Pendidikan terkait pendaftaran peserta, hingga pelaksanaan uji coba dan geladi bersih.
“Kami memastikan seluruh tahapan berjalan dengan baik, termasuk kesiapan pemerintah daerah dalam menyelenggarakan TKA,” ungkapnya.
Pelaksanaan TKA sendiri dilakukan secara bertahap berdasarkan jenjang pendidikan. Untuk tingkat SMA telah dilaksanakan pada November tahun lalu, disusul SMP pada awal April, dan kini memasuki pelaksanaan untuk jenjang SD di pekan ketiga April 2026.
Melalui pelaksanaan TKA ini, pemerintah berharap dapat memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kemampuan akademik siswa. Data tersebut diharapkan menjadi acuan bagi pemerintah daerah dalam merancang intervensi pendidikan, seperti peningkatan kapasitas guru hingga perbaikan sistem pembelajaran.
“Dari hasil pemetaan ini, kita bisa mengetahui langkah apa yang perlu diperbaiki, baik dari sisi pembelajaran maupun penguatan kompetensi guru,” pungkas Komalasari. (Agus)










































































































Discussion about this post