KAB. CIREBON, (FC).- Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Cirebon mencatat realisasi investasi sepanjang tahun 2022 mencapai Rp3 triliun.
Capaian tersebut melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp2,6 triliun.
Di tahun 2023, capaian investasi Kabupaten Cirebon ditargetkan Rp2,9 triliun. Hingga semester I-2023, realisasi investasi kabupaten Cirebon tercapai Rp1,1 triliun.
Kepala DPMPTSP Kabupaten Cirebon, Dede Sudiono optimis target tersebut dapat terlampaui seperti tahun lalu.
Beroperasinya Tol Cisumdawu dan Bandaara Kertajati, akan menjadi daya tarik dan minat investor untuk menanamkan modalnya di kabupaten Cirebon.
“Kami optimis akan melampaui target dari Rp2,9 triliun, karena dengan dibukanya Tol Cisumdawu akan menumbuhkan perekonomian Kabupaten Cirebon,” kata Dede kepada FC, Senin (31/7).
Jalur ekonomi menjadi tambah lancar dengan waktu tempuh perjalanan Bandung – Cirebon menjadi lebih singkat.
Bandung merupakan pusat pemerintahan Provinsi Jawa Barat. pusat pertumbuhan ekonomi Jawa Barat. Banyak investor yang berasal dari Bandung Raya.
“Adanya tol Cisumdawu memangkas waktu perjalanan cukup signifikan, yang sebelumnya 4-5 jam via tol Cikampek- Padalarang, sekarang hanya 2 jam saja ke Cirebon,” ujarnya.
Kemudahan aksebilitas jalur transportasi itu tentunya akan menguntungkan para investor berinvestasi di kabupaten Cirebon.
“Efisiensi waktu itu yang diburu bagi para investor, kecepatan,” tambah Dede.
Keberadaan Tol Cisumdawu melengkapi jaringan infrastruktur di Kawasan Rebana Metropolitan yang sudah dibangun lebih dulu seperti Tol Cipali, Bandara Kertajati dan Pelabuhan Patimban.
Selain itu, dengan kembali dioperasionalkannya Bandara Kertajati Majalengka, walau saat ini dengan keterbatasan rute penerbangan internasionalnya, namun semakin optimis akan menjadi daya tarik berinvestasi di kabupaten Cirebon.
“Saat ini pun kabupaten Cirebon sangat intens sekali untuk mendukung keberadaan kawasan Metropolitan Rebana,” ujarnya
Arah pengembangan Investasi Kawasan Rebana ditentukan berdasarkan klaster industri yang tersebar di 13 (tiga belas) titik KPI.
Ketiga belas KPI ini lokasinya tersebar pada 6 (enam) kabupaten/kota, yaitu Kabupaten Subang, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Cirebon, dan Kota Cirebon.
Pemkab Cirebon sendiri telah menambah luas lahan KPI mencapai 10.000 hektar untuk investasi yang tersebar di willayah Kabupaten Cirebon.
“Kita sudah sangat siap sekali dengan adanya Tol Trans Jawa, Kabupaten Cirebon punya 5 pintu tol. Itu salah satu daya tarik para investor di kabupaten Cirebon,” ungkap Dede
Dari penambahan lahan investasi seluas 10.000 hektar, separuhnya kini sudah digunakan investor dari beberapa perusahaan.
“50 persennya masih tersedia dari 10.000 hektar yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Cirebon, terutama yang sekarang sedang tumbuh KPI itu di Kecamatan Pabedilan, Kecamatan Ciledug, Kecamatan Losari, dan Kecamatan Pangenan,” jelasnya.
Dede menambahkan, investor banyak melirik kecamatan Pabedilan dan Ciledug karena disana ada akses Pintu tol Ciledug.
“Ketersediaan tenaga kerja juga banyak. Lahan juga masih tersedia banyak. Harga lahan pun relafif masih murah,” jelasnya. (Andriyana)














































































































Discussion about this post